Soal Kasus Pemalsuan Dokumen Pemain Naturalisasi Malaysia, FAM Tuding Ada Sabotase Indonesia?
Federasi Sepak Bola Malaysia Tuding Indonesia Sabotase-@FAMalaysia-Instagram
JAKARTA, SEMARAKNEWS.CO.ID - Federasi Sepak Bola Malaysia (FAM) menghadapi sanksi FIFA terkait dugaan pemalsuan dokumen pemain naturalisasi.
Situasi tersebut memicu spekulasi adanya sabotase dari pihak luar yang ditujukan untuk menjatuhkan sepak bola Malaysia.
Salah satu yang melontarkan klaim tersebut adalah Tunku Ismail Idris, mantan Presiden FAM sekaligus pemimpin Johor Darul Ta’zim (JDT).
Menurutnya, proses naturalisasi tujuh pemain Harimau Malaya telah sesuai dengan prosedur resmi yang diakui FIFA maupun pemerintah Malaysia.
Bahkan, para pemain tersebut sebelumnya sudah mendapatkan persetujuan dari badan sepak bola dunia itu.
“Kenapa keputusan FIFA berubah sekarang? Apa dasar dari perubahan mendadak ini? Apakah ada campur tangan pihak luar yang memengaruhi keputusan tersebut?” ungkap Tunku Ismail melalui pernyataan resminya.
Ia juga mengkritik FIFA karena terlalu cepat mengumumkan sanksi ke publik meski proses banding masih berjalan.
"Mengapa hal ini harus dipublikasikan segera, padahal banding belum diputuskan? Saya berharap FAM segera melayangkan banding,” lanjutnya.
BACA JUGA:Mercedes-Benz Luncurkan The All-New GLC dengan EQ Technology di IAA Mobility 2025
Tuduhan Sabotase Ikut Seret Nama Indonesia
Klaim adanya sabotase juga disuarakan oleh jurnalis olahraga Malaysia, Zulhelmi Zainal Azam.
Ia menyebut beredar rumor bahwa sejumlah negara lain mencoba menggagalkan kebangkitan tim nasional Malaysia.
"Ada pihak yang dekat dengan pucuk pimpinan FIFA, dan mereka berusaha menjegal Harimau Malaya,” tulis Zulhelmi.
Kondisi ini kemudian menyeret nama Indonesia dalam tuduhan sepihak di media sosial.
Temukan konten semaraknews.co.id menarik lainnya di Google News
- Tag
- Share
-