Tambang Pasir di Rumpin Ditutup, Nasib Proyek Tol Bogor-Serpong Bagaimana? Begini Kata Menteri PU

Tambang Pasir di Rumpin Ditutup, Nasib Proyek Tol Bogor-Serpong Bagaimana? Begini Kata Menteri PU

Jalan Tol-ilustrasi-berbagai sumber

SEMARAKNEWS.CO.ID - Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo menegaskan bahwa stok material pasir untuk pembangunan Tol Bogor-Serpong via Parung tetap aman, meskipun sejumlah perusahaan tambang pasir di kawasan Rumpin, Parung Panjang, dan Cigudeg, Kabupaten Bogor, diminta untuk menghentikan operasi sementara.

Tol Bogor-Serpong via Parung sepanjang 32,03 kilometer ini merupakan salah satu proyek strategis yang masuk dalam jaringan jalan tol Jabodetabek. Nilainya mencapai Rp12,3 triliun dan sepenuhnya dibiayai oleh badan usaha pelaksana.

“Jadi kita diskusi tata kelola, kita sesuaikan dengan ketentuan Provinsi Jawa Barat, ya akan dibuka lagi (tambang pasir), tetap akan diperbolehkan untuk dipergunakan pasirnya,” kata Dody dalam acara Penandatanganan Perjanjian Penjaminan dan Perjanjian Regres di Kantor Kementerian PU, Jakarta Selatan, Jumat (3/10/2025).

Proyek Tidak Akan Terhambat

Meski pembiayaan proyek ditanggung sepenuhnya oleh badan usaha, Dody menegaskan bahwa Kementerian PU tidak akan lepas tangan. Ia menyampaikan pihaknya siap ikut turun tangan jika ada kendala di lapangan.

“Kalau ada kendala sana-sini kita akan terus koordinasi, kita bantu bicara. Seperti waktu mereka kesulitan soal Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL), saya juga ikut bicara, ikut membantu,” ujar Dody.

Lebih lanjut, Dody memastikan pembangunan tol tidak akan molor terlalu lama. “Kita kawal agar proses pembangunannya tidak molor terlalu lama,” janjinya.

BACA JUGA:Zizi Kirana Dikabarkan Diculik Tentara Israel saat Misi Kemanusiaan ke Gaza, Pesan Terakhir untuk Keluarga Bikin Haru

Teguran Gubernur Jawa Barat

Sebelumnya, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi atau Kang Dedy Mulyadi (KDM) mengeluarkan surat teguran kepada sejumlah pemegang izin usaha pertambangan di kawasan Rumpin, Parung Panjang, dan Cigudeg. Surat bernomor 7920/ES.09/PEREK tersebut diterbitkan pada 25 September 2025.

Isi surat tersebut antara lain:

  1. Masih terdapat permasalahan lingkungan dan keselamatan yang menimbulkan gangguan ketertiban umum, kemacetan, polusi, serta kerusakan infrastruktur jalan dan jembatan.
  2. Tata kelola pertambangan dan rantai pasok masih belum sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
  3. Diminta agar seluruh kegiatan tambang dihentikan sementara mulai 26 September 2025 hingga terpenuhinya syarat tata kelola sesuai aturan, serta laporan resmi disampaikan kepada Gubernur Jawa Barat.

Pasokan Material Tetap Dijamin

BACA JUGA:Kabar Baik: Cedera Emil Audero Tak Serius, Kans Main di Kualifikasi Piala Dunia 2026 Terbuka Lebar

Meski ada penghentian sementara tambang pasir di Bogor, Dody memastikan pasokan material untuk proyek strategis, termasuk Tol Bogor-Serpong via Parung, tidak terganggu. Hal ini karena distribusi material akan tetap dijaga melalui koordinasi dengan pemerintah daerah serta pelaku usaha.

Tol Bogor-Serpong via Parung diharapkan mampu mengurai kepadatan lalu lintas di kawasan penyangga ibu kota sekaligus meningkatkan konektivitas antara Bogor, Tangerang Selatan, dan wilayah lain di Jabodetabek.

 

Dengan adanya jaminan dari Kementerian PU, masyarakat bisa lebih optimistis bahwa proyek ini akan tetap berjalan lancar tanpa hambatan serius di lapangan.

Temukan konten semaraknews.co.id menarik lainnya di Google News

Tag
Share
Berita Lainnya