Dana MBG Lancar Jaya, Luhut Bilang Menkeu Purbaya tak Usah Galau Lagi
Luhut sebut serapan dana Makan Bergizi (MBG) makin lancar. Hingga Rp21,64 triliun terserap, serap 380 ribu tenaga kerja, Menkeu Purbaya tak perlu galau lagi.-Foto: IG @luhut.pandjaitan-
JAKARTA, Semaraknews.co.id – Ketua Dewan Ekonomi Nasional Luhut Binsar Pandjaitan mengaku lega. Menurutnya, penyerapan anggaran program Makan Bergizi makin oke, jadi Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewatak tidak perlu lagi cemas sampai utak-atik dana MBG untuk dialihkan ke pos lain.
“Penyerapan anggarannya sekarang kelihatan sangat membaik, sehingga Menteri Keuangan tidak perlu nanti ngambil-ngambil anggaran yang tidak terserap,” kata Luhut dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat 3 Oktober 2025.
Luhut bilang perbaikan serapan anggaran ini bukan sekadar angka di atas kertas. Uang MBG benar-benar menggerakkan ekonomi rakyat kecil, bahkan bisa bikin lapangan kerja baru. Program ini disebut-sebut sudah menyerap 380 ribu tenaga kerja, angka yang jelas bukan main-main.
“Pada dasarnya, seperti yang Menteri Keuangan sampaikan, kalau uang itu berputar di bawah, itu kan menggerakkan ekonomi,” ujarnya.
BACA JUGA:UI Resmi Buka Jurusan AI, Calon Mahasiswa Siap Ngoding Sama Robot
Meski puas dengan hasilnya, Luhut tetap melempar warning ke Badan Gizi Nasional. Ia wanti-wanti agar pasokan pangan penunjang program seperti telur, ayam, pisang, ikan, dan sayur jangan sampai seret. Kalau sampai macet, program bisa tersendat dan “cost of fund” jadi tekor.
“Kami ingatkan tadi sama Pak Dadan, karena itu cost of fund juga. Jadi jangan sampai dana yang dialokasikan tidak bisa serap,” katanya. Luhut menambahkan kalau semua dana bisa terserap dengan baik, dampaknya akan makin terasa di ekonomi bawah.
Kepala BGN Dadan Hindayana pun membawa data keras untuk menegaskan klaim itu. Hingga 3 Oktober 2025, penyerapan anggaran MBG sudah Rp21,64 triliun atau 34 persen dari total alokasi.
“Hari ini sudah Rp21,64 triliun jadi sudah mencapai 34 persen untuk secara keseluruhan. Tetapi untuk bantuan pemerintah, makan bergizinya Rp18,63 triliun, itu sudah mencapai 37 persen,” terang Dadan. Ia menambahkan “Jadi sudah 37 persen penerima manfaat makan bergizi.”
BACA JUGA:Kabar Baik: Cedera Emil Audero Tak Serius, Kans Main di Kualifikasi Piala Dunia 2026 Terbuka Lebar
Dengan capaian ini, setidaknya untuk sementara, kubu Luhut bisa senyum-senyum sambil menepuk meja. Program MBG yang sering dikritik kini punya angka untuk dijadikan tameng, meski PR logistik pangan tetap mengintai.
Temukan konten semaraknews.co.id menarik lainnya di Google News
- Tag
- Share
-