Momentum Hari Santri, BEM PTNU DIY Serukan Etika Informasi dan Persatuan Bangsa
BEM PTNU DIY Gelar Talkshow Hari Santri 2025, Angkat Isu Citra Pesantren dan Etika Media---Dok. Istimewa
“Ada upaya terstruktur untuk membangun opini bahwa NU dan pesantren tidak lagi relevan. Ini bukan sekadar salah paham, tapi bentuk strategi ideologis untuk mengikis kepercayaan masyarakat terhadap benteng moral bangsa,” tegasnya.
Pesantren, Pilar Demokrasi dan Harapan Bangsa
Sesi diskusi yang dipandu oleh M. Imam Jasarodin L., Direktur Kajian Strategis BEM PTNU DIY, menghadirkan tiga narasumber utama yang membahas peran pesantren dalam lanskap media modern.
Ketua RMI PWNU DIY, Muhammad Nilzam Yahya, yang juga pengasuh Pondok Pesantren Krapyak, menyoroti pentingnya nilai amanah dan kebermanfaatan sosial.
“Santri harus memiliki kepercayaan diri, memegang amanah, dan menjadi pribadi yang anfa’uhum linnaas — yang membawa manfaat bagi sesama. Jika kita memberi kebaikan, maka kebaikan akan kembali kepada kita,” jelasnya.
Selanjutnya, Ketua Komisioner KPID DIY, Hazwan Iskandar Jaya, menyampaikan pesan optimisme di tengah arus informasi yang kian kompleks.
“Selama matahari masih terbit, harapan tidak akan pernah padam,” ujarnya singkat namun penuh makna.
Akademisi dan Kaprodi Hukum Tata Negara UIN Sunan Kalijaga, Gugun El Guyanie, turut menegaskan peran pesantren sebagai bagian tak terpisahkan dari perjalanan bangsa.
“Gus Dur selalu mengingatkan bahwa pesantren adalah pilar demokrasi. Sejak sebelum republik berdiri, pesantren sudah menjadi bagian dari fondasi NKRI,” tuturnya.
BACA JUGA:Bahaya! BEM PTNU Sebut Wacana 'Reset Indonesia' Berpotensi Ancam Persatuan Nasional
Meluruskan Narasi dan Menguatkan Solidaritas
Melalui kegiatan ini, BEM PTNU DIY ingin mengembalikan pemahaman publik bahwa pesantren bukan lembaga yang bisa digeneralisasi secara sempit. Pesantren memiliki peran vital dalam menjaga nilai kemanusiaan, moralitas, serta keutuhan bangsa.
Menutup acara, Tegar Pradana mengajak seluruh mahasiswa dan santri untuk lebih bijak menyikapi isu-isu yang berpotensi memecah belah.
“Mari kita cermati setiap pola yang sedang dimainkan pihak tertentu. Jangan biarkan ada yang meruntuhkan kehormatan pesantren dan para kiai melalui propaganda,” pungkasnya.
Temukan konten semaraknews.co.id menarik lainnya di Google News
- Tag
- Share
-