Presiden Prabowo Perintahkan AHY dan Menhub Bangun Jalur Kereta Trans Sumatera, Kalimantan, dan Sulawesi
KAI Bagi-Bagi Diskon 20 Persen Tiket Kereta di HUT RI ke-80, Kursi Terbatas Bikin Warga Auto Berebut!-Ilustrasi-Istimewa
SEMARAKNEWS.CO.ID - Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan dua menterinya, yaitu Menko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) serta Menteri Perhubungan (Menhub) Duduk Purwagandhi, untuk segera menyusun rencana pembangunan jalur kereta di luar Pulau Jawa.
Instruksi ini disampaikan langsung oleh Prabowo dalam peresmian Stasiun Tanah Abang Baru di Jakarta Pusat, Selasa (4/11/2025).
Menurut Presiden, pembangunan jalur kereta di luar Jawa menjadi langkah strategis untuk meningkatkan konektivitas nasional, menurunkan biaya logistik, serta memperkuat sektor ekonomi daerah.
“Jadi nanti saya kasih petunjuk ke Menko Infrastruktur, rencanakan yang baik. Trans-Sumatra railway, Trans-Kalimantan railway, Trans-Sulawesi railway,” ujar Prabowo disambut tepuk tangan para hadirin.BACA JUGA:BSI Buka Lowongan Officer Development Program BSI ODP 2025, lowongan kerja Bank Syariah Indonesia, rekrut2025, Ini Syarat, Jadwal, dan Link Daftarnya!
Prabowo menegaskan, pembangunan lintasan kereta lintas pulau merupakan bagian dari rencana besar pemerintah untuk pemerataan infrastruktur nasional.
Selama ini, sistem transportasi di luar Jawa masih didominasi oleh jalur darat dan laut yang biaya operasionalnya jauh lebih tinggi.
Ia menilai jalur kereta dapat menjadi alternatif transportasi logistik yang lebih efisien, ramah lingkungan, dan berkelanjutan.
“Saya minta Menko segera merencanakan sama Menteri Perhubungan. Saya tanya, kapan mulai? Mereka jawab, ‘Segera mungkin, Pak.’ Jadi nanti Sulawesi, Kalimantan, Sumatera semua akan kita rencanakan,” kata Prabowo.
Lebih lanjut, Presiden juga meminta agar perencanaan hingga tahap awal pembangunan bisa diselesaikan dalam tiga tahun ke depan. Ia menegaskan bahwa proyek besar ini membutuhkan kerja keras tanpa mengenal hari libur.
“Ini mereka tuh satu tahun kerja, dia bilang sama dengan tiga tahun. Saya bilang, siap. Enggak ada Sabtu-Minggu, kan?” ujarnya berseloroh disambut tawa para tamu undangan.
Turunkan Biaya Logistik Petani dan Pedagang
Salah satu alasan utama Presiden Prabowo mendorong proyek ini adalah untuk mengurangi biaya logistik bagi masyarakat, terutama petani dan pelaku usaha kecil di daerah.
Menurutnya, biaya distribusi hasil bumi dan tambang dari pedalaman ke pelabuhan masih sangat tinggi karena bergantung pada transportasi darat berbasis truk.
“Sumatera perlu kereta bukan hanya untuk penumpang, tapi juga untuk barang. Untuk logistik hasil-hasil bumi kita dari pedalaman agar bisa cepat dibawa ke pelabuhan,” jelas Prabowo.
Ia mencontohkan bahwa komoditas seperti kelapa sawit, karet, kopi, timah, dan nikel di Sumatera dan Kalimantan sering kali sulit dikirim karena keterbatasan jalur transportasi. Dengan kereta, biaya pengiriman akan jauh lebih efisien dan stabil.
“Daripada pakai truk-truk yang banyak, jalan rusak, habisin BBM, dengan kereta api listrik kita bisa sangat turunkan biaya ekonomi,” tambahnya.
BACA JUGA:Promo November 2025 Gokana: 5 Paket Spesial Diskon 15 Persen Sepanjang November 2025
Transformasi Besar Transportasi Nasional
Rencana pembangunan Trans-Sumatera Railway, Trans-Kalimantan Railway, dan Trans-Sulawesi Railway ini akan menjadi salah satu proyek transformasi besar sektor transportasi nasional di bawah pemerintahan Prabowo.
Proyek tersebut juga menjadi bagian dari visi kemandirian ekonomi dan pemerataan pembangunan wilayah Indonesia Timur, yang selama ini tertinggal dibanding Jawa.
Menko Infrastruktur AHY dan Menhub Duduk Purwagandhi disebut telah menyatakan kesiapannya untuk segera menyusun blueprint proyek dan melakukan studi kelayakan dalam waktu dekat.
Keduanya akan bekerja sama dengan sejumlah lembaga seperti Kementerian PUPR, Bappenas, serta pihak swasta dan investor potensial.
“Perintah Presiden sangat jelas: percepat konektivitas antarwilayah, tingkatkan efisiensi logistik nasional, dan dorong pertumbuhan ekonomi daerah,” ungkap salah satu pejabat di lingkungan Kemenhub.
Pemerintah menargetkan tahap perencanaan awal selesai dalam tiga tahun, dengan pembangunan fisik dilakukan secara bertahap mulai 2028.
Jika terealisasi, jalur Trans-Sumatera Railway diproyeksikan akan membentang dari Aceh hingga Lampung, sedangkan Trans-Kalimantan menghubungkan Tarakan sampai Pontianak, dan Trans-Sulawesi menghubungkan Makassar hingga Manado.
Prabowo optimistis pembangunan jalur kereta ini akan membawa dampak ekonomi besar bagi masyarakat di luar Jawa. Tak hanya memperlancar mobilitas barang dan orang, tapi juga membuka lapangan kerja baru dan menggerakkan ekonomi daerah.
“Saya yakin, kalau semua ini terwujud, biaya hidup bisa turun, harga pangan bisa lebih stabil, dan ekonomi daerah makin maju,” tutup Prabowo.
Temukan konten semaraknews.co.id menarik lainnya di Google News
- Tag
- Share
-