Kereta Cepat Jakarta–Surabaya Terlalu Pendek, Prabowo: Gas Terus Sampai Banyuwangi!
KCIC Kasih Diskon Tiket Whoosh Sampai 50 Persen di KAI Expo 2025, Bisa Ajak Rombongan Sekolah Jalan-Jalan Gratis!---Istimewa
SEMARAKNEWS.CO.ID - Rencana ambisius pembangunan kereta cepat Jakarta–Surabaya kembali mencuat ke publik. Presiden Prabowo Subianto secara resmi menyatakan bahwa proyek transportasi strategis tersebut akan dilanjutkan dan diperluas.
Tak tanggung-tanggung, Prabowo bahkan menegaskan bahwa pembangunan kereta cepat tidak hanya berhenti di Surabaya, melainkan diperpanjang hingga Banyuwangi, Jawa Timur.
“Insyaallah. Saya minta bukan hanya Surabaya, tapi sampai Banyuwangi. Surabaya zaman dulu, sekarang sampai Banyuwangi,” ujar Prabowo usai meresmikan Stasiun Tanah Abang Baru di Jakarta, Selasa (4/10).
Pernyataan itu menjadi sinyal kuat bahwa pemerintahan baru di bawah Presiden Prabowo akan mendorong konektivitas antarkota di Pulau Jawa melalui jaringan transportasi cepat dan modern.
BACA JUGA:GIIAS Makassar 2025 Resmi Dibuka, Tanda Kembalinya Pameran Otomotif Terbesar di Indonesia Timur
Kajian Proyek Terus Berjalan: Fokus pada Efisiensi dan Integrasi Jawa
Sebelumnya, Menko Bidang Infrastruktur dan Kewilayahan (IPK), Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menuturkan bahwa kajian teknis dan finansial mengenai proyek kereta cepat Bandung–Surabaya terus dilakukan.
Kajian ini akan berlandaskan pengalaman dari Kereta Cepat Jakarta–Bandung (KCJB) yang telah lebih dulu beroperasi.
“Perpanjangan rute sampai Surabaya bukan sekadar kelanjutan proyek, tetapi visi besar untuk menciptakan mobilitas yang cepat, bersih, dan terintegrasi di Pulau Jawa,” ujar AHY dalam sambutannya di Indonesia Railway Conference, JIEXPO Kemayoran, Jakarta Pusat, pada Selasa (29/7).
Menurutnya, dengan melihat keberhasilan sekaligus tantangan yang muncul pada proyek KCJB, pemerintah ingin menyiapkan kerangka regulasi baru yang lebih relevan terhadap kebutuhan masa depan.
“Pelajaran dari proyek Jakarta–Bandung menunjukkan bahwa regulasi kita harus diperbarui agar sesuai dengan sektor yang kompleks dan bergerak cepat,” tambah AHY.
“Game Changer” bagi Pulau Jawa
Rencana pembangunan kereta cepat Jakarta–Surabaya–Banyuwangi diyakini akan menjadi game changer dalam sistem transportasi Indonesia.
Selain memangkas waktu tempuh antarkota secara signifikan, proyek ini juga dinilai akan meningkatkan efisiensi logistik, memperkuat konektivitas industri, serta membuka peluang ekonomi baru di sepanjang koridor Jawa.
Dengan jarak hampir 900 kilometer, jalur kereta cepat ini akan menghubungkan berbagai kawasan industri utama seperti Cirebon, Semarang, Solo, Madiun, Surabaya, hingga Banyuwangi.
Tak hanya penumpang, infrastruktur ini juga dapat menunjang pengiriman barang dengan waktu tempuh jauh lebih singkat dibanding moda transportasi darat konvensional.
“Dengan investasi yang tepat, koridor ini akan menjadi tulang punggung ekonomi baru Jawa. Ia akan memangkas waktu tempuh, meningkatkan efisiensi, dan membuka manfaat ekonomi besar antara kota, pelabuhan, serta kawasan industri,” kata AHY.
Pemerintah juga berencana mengadopsi teknologi kereta cepat terbaru yang lebih hemat energi dan ramah lingkungan.
Sistem penggerak listrik dan infrastruktur rel akan dirancang agar mampu menampung kecepatan lebih dari 350 km/jam, seperti yang diterapkan pada kereta cepat di Jepang dan Tiongkok.
Selain itu, proyek ini juga akan didukung dengan pembaruan aturan tata ruang, pendanaan, dan kemitraan publik-swasta (PPP) agar pembangunan berjalan cepat tanpa membebani APBN.
BACA JUGA:5 Tempat Wisata Alam di Wonosobo yang Cocok Buat Healing 2025, Murah Tapi Bikin Hati Adem!
Pemerintah tengah menyiapkan regulasi baru yang memungkinkan investasi lebih fleksibel serta transparan, sekaligus memastikan keterlibatan BUMN dan swasta nasional dalam proses konstruksi hingga pengoperasian.
Wacana perpanjangan kereta cepat hingga Banyuwangi disambut positif oleh banyak pihak, terutama masyarakat di Jawa Timur bagian timur.
Mereka menilai proyek ini bisa memperkuat konektivitas wisata antara Surabaya, Malang, dan Banyuwangi yang terkenal dengan destinasi seperti Gunung Ijen, Pantai Pulau Merah, dan Taman Nasional Alas Purwo.
Di sisi lain, para ekonom menilai bahwa proyek ini harus dilakukan dengan perencanaan matang dan pembiayaan yang transparan agar tidak menimbulkan beban fiskal jangka panjang.
Pembangunan kereta cepat Jakarta–Surabaya hingga Banyuwangi mencerminkan komitmen pemerintahan Prabowo Subianto untuk mewujudkan sistem transportasi masa depan yang lebih efisien, terintegrasi, dan ramah lingkungan.
Jika proyek ini terealisasi sesuai target, masyarakat Indonesia akan memasuki era baru mobilitas cepat antarprovinsi, di mana perjalanan dari Jakarta ke Surabaya bisa ditempuh kurang dari 3 jam, dan ke Banyuwangi sekitar 4 jam.
Temukan konten semaraknews.co.id menarik lainnya di Google News
- Tag
- Share
-