Jabar-Jatim Waspada! BMKG Keluarkan Peringatan Dini: Hujan Lebat hingga Angin Kencang Mengancam Sepekan ke Depan

Jabar-Jatim Waspada! BMKG Keluarkan Peringatan Dini: Hujan Lebat hingga Angin Kencang Mengancam Sepekan ke Depan

Aksesoris Wajib Untuk Mobil Anda Saat Musim Hujan-rawpixel.com-freepik

SEMARAKNEWS.CO.ID - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) kembali mengeluarkan peringatan dini cuaca untuk sejumlah daerah di Indonesia.

Selama sepekan ke depan, 14–20 November 2025, masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi hujan lebat hingga sangat lebat, lengkap dengan ancaman petir dan angin kencang.

Sejumlah wilayah yang masuk daftar waspada meliputi Jawa Barat, Jawa Timur, Nusa Tenggara Timur, Papua, hingga Papua Pegunungan, serta belasan provinsi lainnya.

Laporan ini disampaikan Direktorat Meteorologi Publik BMKG, yang mencatat bahwa potensi pertumbuhan awan hujan masih sangat signifikan selama satu minggu ke depan.

Awan Hujan Masif Terbentuk, Ini Pemicunya

Menurut BMKG, kondisi cuaca ekstrem ini dipicu oleh beberapa faktor atmosfer penting, seperti:

1. Aliran massa udara dari Samudra Hindia dan Samudra Pasifik

Adanya suplai massa udara signifikan dari dua samudra besar ini memperkuat ketersediaan uap air di atmosfer Indonesia, yang menjadi bahan utama pembentukan awan hujan.

2. Sirkulasi siklonik dan daerah konvergensi

BMKG mendeteksi sirkulasi siklonik di beberapa wilayah yang memicu terbentuknya garis perlambatan angin (konvergensi), memanjang di banyak wilayah Indonesia.
Area konvergensi sangat berpotensi melahirkan awan konvektif pencetus hujan deras.

3. Kelembapan tinggi + labilitas atmosfer kuat

Dorongan massa udara kering dari utara dan selatan justru meningkatkan potensi pembentukan awan secara lebih masif di beberapa daerah karena memicu ketidakstabilan atmosfer lokal.

Kondisi ini utamanya berdampak pada wilayah:

  • Kepulauan Riau

  • Sumatra bagian selatan

  • Perairan selatan Jawa, Bali, hingga Nusa Tenggara

BMKG menegaskan bahwa kombinasi faktor tersebut menyebabkan cuaca Indonesia dalam kondisi siaga hujan ekstrem.

BACA JUGA:Waspada! Polisi Bisa Tilang Kendaraan yang Belum Bayar Pajak, Ini Dasar Hukumnya Lengkap dan Sah

BACA JUGA:Bansos November 2025 Resmi Dibuka! Ini Cara Daftar PKH, BPNT, dan KKS Buat yang Belum Pernah Dapat, Dijamin Gratis & Gak Ribet!

Daftar Lengkap Wilayah Berstatus Peringatan Dini BMKG

Peringatan ini dibagi menjadi dua periode:
(1) 14–16 November dan
(2) 17–20 November 2025.

PERINGATAN DINI CUACA 14–16 NOVEMBER 2025

Potensi Hujan Lebat–Sangat Lebat

Wilayah yang berpotensi mengalami hujan intensitas tinggi:

  • Aceh

  • Sumatra Utara

  • Kepulauan Riau

  • Bengkulu

  • Banten

  • Jawa Barat

  • Jawa Tengah

  • DI Yogyakarta

  • Jawa Timur

  • Bali

  • NTB

  • NTT

  • Kalimantan Barat

  • Kalimantan Tengah

  • Kalimantan Timur

  • Kalimantan Utara

  • Sulawesi Selatan

  • Maluku Utara

  • Papua Tengah

  • Papua Pegunungan

  • Papua

Potensi Angin Kencang

  • Bengkulu

  • Riau

  • Kepulauan Riau

  • Banten

  • DKI Jakarta

  • Jawa Timur

  • Kalimantan Tengah

  • Kalimantan Selatan

  • Sulawesi Selatan

  • NTT

PERINGATAN DINI CUACA 17–20 NOVEMBER 2025

Potensi Hujan Lebat–Sangat Lebat

  • Sumatra Barat

  • Jawa Barat

  • Jawa Timur

  • NTT

  • Papua Pegunungan

  • Papua

Potensi Angin Kencang

  • Sumatra Barat

  • Riau

  • Kepulauan Riau

  • Bengkulu

  • Lampung

  • Banten

  • Kalimantan Barat

  • Kalimantan Tengah

  • Kalimantan Timur

  • Kalimantan Utara

  • Sulawesi Tengah

  • Gorontalo

  • Sulawesi Utara

  • Maluku Utara

  • Maluku

  • Papua Barat Daya

  • Papua Barat

  • Papua Tengah

  • Papua

  • Papua Selatan

BMKG Imbau Masyarakat Tetap Waspada

BMKG mengimbau masyarakat untuk:

  • Menghindari aktivitas di luar ruangan saat hujan lebat.

  • Waspada terhadap potensi banjir, tanah longsor, dan genangan air.

  • Mengamankan barang-barang di luar rumah yang berpotensi tersapu angin kencang.

  • Memantau terus update cuaca melalui website resmi BMKG atau aplikasi infoBMKG.

 

Cuaca ekstrem yang terjadi bukan hanya mengganggu aktivitas, namun juga bisa berpotensi menimbulkan kerusakan infrastruktur hingga risiko keselamatan.

Temukan konten semaraknews.co.id menarik lainnya di Google News

Tag
Share
Berita Lainnya