Cuaca Tak Biasa! BMKG Pantau Tiga Sistem Tropis, Ini Dampaknya ke Indonesia
BMKG Pantau Siklon Bakung dan Dua Bibit Siklon, Waspada Dampak Cuaca Ekstrem---Freepik
Bibit siklon 93S memiliki kecepatan angin maksimum sekitar 20 knot atau 37 kilometer per jam, serta tekanan minimum 1.003 hPa.
Berdasarkan analisa BMKG, peluang sistem ini berkembang menjadi siklon tropis dalam waktu dekat masih tergolong rendah.
Bibit Siklon 95S Muncul di Laut Arafura
BMKG juga mendeteksi kemunculan Bibit Siklon Tropis 95S yang mulai terbentuk pada 15 Desember 2025.
Sistem ini berada di Laut Arafura, tepatnya di selatan Kepulauan Aru, Maluku, dengan koordinat sekitar 8,1° LS dan 133,8° BT.
Seperti 93S, bibit siklon 95S memiliki kecepatan angin maksimum 20 knot (37 km/jam) dan tekanan udara minimum sekitar 1.005 hPa.
Peluangnya untuk berkembang menjadi siklon tropis dalam 24 jam ke depan juga dinilai rendah.
BMKG Imbau Masyarakat Tetap Waspada
Meski peluang penguatan dua bibit siklon tersebut relatif kecil, BMKG tetap mengimbau masyarakat, khususnya nelayan dan pelaku aktivitas laut, agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem, seperti hujan lebat, angin kencang, dan gelombang tinggi di wilayah perairan selatan Indonesia dan Laut Arafura.
BMKG akan terus memberikan pembaruan sesuai perkembangan terkini sistem cuaca di wilayah Indonesia.
Temukan konten semaraknews.co.id menarik lainnya di Google News
- Tag
- Share
-