Easycash Luncurkan MOJANG di BFN Fest 2025, Solusi Literasi Keuangan untuk Generasi Muda

Easycash Luncurkan MOJANG di BFN Fest 2025, Solusi Literasi Keuangan untuk Generasi Muda

Literasi vs Inklusi Keuangan Masih Jomplang, Easycash Dorong Edukasi Lewat Modul MOJANG---Dok. Istimewa

Materinya mencakup topik penting, mulai dari pengelolaan pendapatan, pengaturan utang yang sehat, pemahaman reputasi kredit, hingga kemampuan membedakan pindar legal dan pinjol ilegal.

Untuk menjangkau audiens yang lebih luas, MOJANG dikemas dalam dua format:

Modul lengkap untuk kelas literasi dan workshop

Versi zine yang lebih ringkas, visual, dan dekat dengan budaya populer, khususnya bagi Generasi Z yang saat ini mencakup sekitar 28% populasi Indonesia

Pendekatan visual dan praktis ini diyakini lebih efektif bagi generasi muda yang terbiasa dengan informasi cepat dan digital.

BACA JUGA:Easycash Tegaskan Komitmen Ekosistem Keuangan Digital Aman dan Inklusif Lewat IDBS 2025

AFTECH: Edukasi Kunci Pemanfaatan Pindar yang Aman

Director of Marketing, Communication & Community Development AFTECH, Abynprima Rizki, menyampaikan bahwa industri pindar berkembang pesat dan menjadi alternatif pembiayaan penting, terutama bagi UMKM yang belum sepenuhnya terjangkau lembaga keuangan konvensional.

Per September 2025, total outstanding pendanaan pindar tercatat mencapai Rp90,99 triliun. Namun, tanpa pemahaman yang memadai mengenai bunga, tenor, kemampuan bayar, dan perlindungan data pribadi, masyarakat berisiko menghadapi masalah keuangan.

Menurut Abyn, kolaborasi edukasi seperti yang dilakukan bersama Easycash merupakan langkah strategis untuk mempercepat penyebaran literasi keuangan yang aman dan bertanggung jawab.

IARFC: Literasi Harus Sederhana dan Aplikatif

Sementara itu, Bareyn Mochaddin, Financial Planner sekaligus Executive Vice President IARFC Indonesia, menilai literasi keuangan perlu disampaikan dengan cara yang lebih sederhana dan mudah diterapkan agar benar-benar dipahami masyarakat, khususnya generasi muda.

Ia menekankan bahwa tantangan utama literasi keuangan tidak hanya pada materi, tetapi juga pada metode penyampaian. Kolaborasi antara industri, asosiasi, dan praktisi dinilai krusial agar edukasi keuangan memberikan dampak nyata dan berkelanjutan.

Temukan konten semaraknews.co.id menarik lainnya di Google News

Tag
Share
Berita Lainnya