TIKI Ajak Generasi Muda Terjun ke Bisnis Logistik Lewat Skema Keagenan
Kurir TIKI tengah mengangkut paket kiriman dari Gerai TIKI 24 Jam Casablanca, milik Bapak Safrijal Siregar SH SE MM MH, salah satu mitra TIKI. Sejak 1970, TIKI telah menjalankan konsep waralaba dan saat ini, sudah lebih dari 3.700 mitra bergabung dan berk---Dok. Tiki
JAKARTA, SEMARAKNEWS.CO.ID - PT Citra Van Titipan Kilat (TIKI), perusahaan jasa pengiriman yang telah hadir selama 55 tahun di Indonesia, mengajak generasi muda untuk berani mengambil langkah pertama di dunia kewirausahaan.
Melalui model bisnis keagenan kurir, TIKI membuka peluang bagi calon pengusaha muda untuk masuk ke industri logistik yang terus berkembang, tanpa harus membangun usaha dari awal.
Direktur Utama TIKI, Yulina Hastuti, menilai sektor logistik menyimpan potensi besar seiring perubahan perilaku masyarakat dan pertumbuhan ekonomi digital.
Menurutnya, banyak anak muda memiliki semangat dan kreativitas tinggi, namun sering kali ragu memulai karena kesulitan menemukan model bisnis yang sudah terbukti stabil.
“Lewat keagenan TIKI, kami menghadirkan sistem yang matang, dukungan operasional yang jelas, serta ekosistem logistik yang kuat. Dengan begitu, mitra bisa langsung fokus mengembangkan usahanya,” ujar Yulina.
BACA JUGA:Buumi Luncurkan Playclub, Playground Khusus Big Kids dan Pre-Teens
Industri Logistik Kian Menjanjikan
Pertumbuhan e-commerce, ekspansi UMKM, serta meningkatnya kebiasaan belanja online mendorong kebutuhan akan layanan pengiriman yang cepat, aman, dan mudah dijangkau. Kondisi ini menjadikan industri logistik sebagai salah satu sektor dengan prospek jangka panjang yang menjanjikan di Indonesia.
Bagi generasi muda yang ingin memulai usaha dengan risiko relatif lebih rendah, bisnis jasa kurir dinilai menawarkan peluang yang stabil dan berkelanjutan.
Memilih Mitra Keagenan yang Tepat
Dalam memulai bisnis keagenan, pemilihan mitra menjadi faktor krusial. Calon pengusaha perlu mempertimbangkan reputasi perusahaan, luas jaringan layanan, kemudahan sistem operasional dan teknologi, serta ketersediaan pelatihan dan materi pendukung. Skema investasi yang transparan dan terjangkau juga menjadi pertimbangan penting.
“TIKI sudah menjalankan konsep waralaba sejak awal berdiri. Kami percaya kemitraan yang sehat adalah ketika perusahaan dan mitra tumbuh bersama, saling mendukung, dan memiliki rasa kepemilikan yang seimbang,” kata Yulina. Karena itu, TIKI menempatkan program pelatihan dan pendampingan sebagai bagian penting dari pengembangan mitra.
BACA JUGA:Hyundai Motor Masuk Jajaran Perusahaan Terbaik Dunia versi TIME 2025
Jaringan Luas dan Skema Kemitraan Terjangkau
Temukan konten semaraknews.co.id menarik lainnya di Google News
- Tag
- Share
-