Kanker Serviks Bisa Ditangani Lebih Optimal, Ini Peran Radioterapi Modern

Kanker Serviks Bisa Ditangani Lebih Optimal, Ini Peran Radioterapi Modern

Radioterapi Modern Buka Harapan Baru bagi Pasien Kanker Serviks di Indonesia---Dok. Istimewa

Kemajuan teknologi radioterapi dalam beberapa tahun terakhir memungkinkan penggunaan teknik presisi tinggi seperti 3D Conformal Radiotherapy (3DCRT) dan Intensity-Modulated Radiation Therapy (IMRT), termasuk pengembangan lanjutan seperti VMAT (Volumetric Modulated Arc Therapy) dan IGRT (Image-Guided Radiation Therapy).

Teknologi ini memungkinkan dokter mengatur dosis radiasi secara lebih akurat, sehingga tumor dapat ditargetkan secara maksimal tanpa merusak jaringan sehat di sekitarnya.

“Dengan teknik modern seperti IMRT dan VMAT, radioterapi kini jauh lebih aman dan nyaman. Tingkat keberhasilan terapi meningkat, sementara efek samping dapat dikendalikan dengan lebih baik, termasuk pada pasien pasca operasi atau yang mengalami penyebaran ke kelenjar getah bening,” tambah dr. Fauzan.

BACA JUGA:Awal Tahun Berkah! PLN Bagi-bagi Promo Tambah Daya Listrik Diskon 50 Persen di Januari 2026, Begini Caranya

Peran Radioterapi di Berbagai Stadium Kanker Serviks

Pada kanker serviks, radioterapi memiliki peran penting di berbagai tahap penyakit. Terapi ini dapat digunakan sebagai:

Terapi tambahan setelah operasi

Terapi utama pada stadium lokal lanjut

Terapi paliatif untuk mengendalikan gejala pada stadium lanjut

Saat ini, layanan radioterapi komprehensif dengan teknologi modern telah tersedia di Primaya Hospital Tangerang dan Primaya Hospital Bekasi Barat, sehingga pasien dapat mengakses pengobatan yang lebih optimal.

Deteksi Dini Tetap Jadi Kunci Kesembuhan

Meski teknologi terus berkembang, deteksi dini kanker serviks tetap menjadi faktor paling menentukan dalam peluang kesembuhan. Jika ditemukan pada tahap pra-kanker atau stadium awal, tingkat kesembuhan dapat mendekati 100 persen, dengan durasi terapi yang lebih singkat, efek samping lebih ringan, dan biaya pengobatan yang jauh lebih rendah.

Skrining kanker serviks dianjurkan dilakukan secara rutin melalui:

Pap smear setiap 3–5 tahun setelah menikah

Tes IVA (Inspeksi Visual dengan Asam Asetat) sebagai metode skrining awal, terutama di daerah dengan keterbatasan akses layanan kesehatan

Temukan konten semaraknews.co.id menarik lainnya di Google News

Tag
Share
Berita Lainnya