Tarif Listrik PLN 12–18 Januari 2026 Resmi Berlaku, Cek Rincian Lengkap Rumah Tangga hingga Bisnis

Tarif Listrik PLN 12–18 Januari 2026 Resmi Berlaku, Cek Rincian Lengkap Rumah Tangga hingga Bisnis

Menarik! PLN Berikan Diskon Listrik 50% -Ilustrasi -Istimewa

SEMARAKNEWS.CO.ID - Pemerintah resmi menetapkan tarif listrik PLN yang berlaku pada periode 12–18 Januari 2026.

Ketentuan ini berlaku untuk seluruh pelanggan PLN, baik prabayar (token listrik) maupun pascabayar, dengan besaran tarif yang tetap sama sesuai golongan daya.

Bagi pelanggan prabayar, listrik digunakan dengan cara membeli token dan memasukkan kode ke meteran.

Sementara itu, pelanggan pascabayar cukup membayar tagihan listrik setelah pemakaian dalam periode tertentu.

Lantas, berapa tarif listrik terbaru Januari 2026 dan berapa kWh yang didapat jika beli token Rp 50 ribu atau Rp 100 ribu? Simak penjelasan lengkapnya berikut ini.l

PLN memastikan tidak ada perbedaan tarif antara pelanggan prabayar dan pascabayar. Perbedaan hanya terletak pada sistem pembayaran, bukan harga per kWh.

Berikut ini rincian lengkap tarif listrik PLN periode 12–18 Januari 2026 berdasarkan golongan pelanggan:

BACA JUGA:Transportasi Terganggu Akibat Banjir Jabodetabek, Ini Rute Transjakarta yang Tidak Beroperasi Hari Ini

Tarif Listrik Pelanggan Rumah Tangga

  • R-1/TR kecil daya 900 VA-RTM: Rp 1.352 per kWh

  • R-1/TR kecil daya 1.300 VA: Rp 1.444,70 per kWh

  • R-1/TR kecil daya 2.200 VA: Rp 1.444,70 per kWh

  • R-2/TR menengah daya 3.500–5.500 VA: Rp 1.699,53 per kWh

  • R-3/TR, TM besar daya di atas 6.600 VA: Rp 1.699,53 per kWh

Tarif ini berlaku untuk pelanggan rumah tangga non-subsidi dan menjadi patokan utama dalam perhitungan token listrik.

Tarif Listrik Pelanggan Bisnis

  • B-2/TR kecil daya 6.600 VA–200 kVA: Rp 1.444,70 per kWh

  • B-3/TM, TT menengah daya di atas 200 kVA: Rp 1.114,74 per kWh

Golongan ini mencakup usaha kecil hingga menengah, ruko, perkantoran, dan fasilitas komersial lainnya.

Tarif Listrik Pelanggan Industri

  • I-3/TM daya di atas 200 kVA: Rp 1.114,74 per kWh

  • I-4/TT daya di atas 30.000 kVA: Rp 996,74 per kWh

Tarif industri lebih rendah dibanding rumah tangga karena penggunaan listrik berskala besar dan efisiensi jaringan.

Tarif Listrik Fasilitas Pemerintah dan Penerangan Jalan

  • P-1/TR daya 6.600 VA–200 kVA: Rp 1.699,53 per kWh

  • P-2/TM daya di atas 200 kVA: Rp 1.522,88 per kWh

  • P-3/TR penerangan jalan umum: Rp 1.699,53 per kWh

  • L/TR, TM, TT berbagai tegangan: Rp 1.644,52 per kWh

Golongan ini digunakan untuk kantor pemerintahan, fasilitas umum, serta penerangan jalan.

Tarif Listrik Keperluan Sosial

  • S-1/TR daya 450 VA: Rp 325 per kWh

  • S-1/TR daya 900 VA: Rp 455 per kWh

  • S-1/TR daya 1.300 VA: Rp 708 per kWh

  • S-1/TR daya 2.200 VA: Rp 760 per kWh

  • S-1/TR daya 3.500 VA–200 kVA: Rp 900 per kWh

  • S-2/TM daya di atas 200 kVA: Rp 925 per kWh

Golongan ini mencakup rumah ibadah, panti sosial, dan fasilitas pelayanan masyarakat.

Tarif Listrik Subsidi Rumah Tangga

Pemerintah tetap memberikan subsidi bagi masyarakat berpenghasilan rendah melalui tarif khusus berikut:

  • R-1/TR daya 450 VA: Rp 415 per kWh

  • R-1/TR daya 900 VA: Rp 605 per kWh

Tarif ini menjadi yang paling murah dibandingkan golongan lainnya.

Beli Token Listrik Rp 50 Ribu atau Rp 100 Ribu Dapat Berapa kWh?

BACA JUGA:Promo Terbaru Pepper Lunch 2026: Diskon Delivery sampai 40 Persen Lewat Ojol

Pelanggan PLN prabayar bisa membeli token listrik dengan nominal mulai dari puluhan ribu hingga Rp 1 juta. Namun, nominal token akan dipotong Pajak Penerangan Jalan (PPJ) sesuai kebijakan daerah.

Sebagai contoh, berikut PPJ di wilayah DKI Jakarta:

  • Hingga 2.200 VA: 2,4 persen

  • 3.500–5.500 VA: 3 persen

  • 6.600 VA ke atas: 4 persen

Rumus Menghitung kWh Token Listrik

(Nominal token – PPJ) : Tarif listrik = kWh yang didapat

Contoh Perhitungan Token Listrik 900 VA Non-Subsidi di Jakarta

Tarif listrik: Rp 1.352 per kWh
PPJ: 2,4 persen

???? Beli Token Rp 50.000

  • Rp 50.000 – Rp 1.200 = Rp 48.800

  • Rp 48.800 : Rp 1.352 = 36,09 kWh

???? Beli Token Rp 100.000

  • Rp 100.000 – Rp 2.400 = Rp 97.600

  • Rp 97.600 : Rp 1.352 = 72,19 kWh

 

Angka tersebut akan langsung muncul di meteran setelah token dimasukkan.

Temukan konten semaraknews.co.id menarik lainnya di Google News

Tag
Share
Berita Lainnya