Waspada Ancaman Wabah Mematikan! Virus Nipah Kembali Muncul di India, Total 5 Kasus Terkonfirmasi
Ilustrasi virus-wirestock-Freepik
SEMARAKNEWS.CO.ID - Kemunculan kembali virus Nipah di India memicu kekhawatiran global. Pada awal pekan ini, tiga kasus baru virus Nipah terkonfirmasi, menambah dua pasien positif sebelumnya.
Dengan demikian, total lima warga India dinyatakan terinfeksi virus Nipah, sebuah penyakit zoonosis berbahaya yang memiliki tingkat kematian tinggi.
Menarik sekaligus mengkhawatirkan, seluruh pasien yang terinfeksi berasal dari kalangan tenaga kesehatan. Hal ini membuat pemerintah setempat bergerak cepat untuk mencegah lonjakan wabah yang lebih luas.
Berdasarkan laporan Press Trust of India, tiga pasien terbaru yang dinyatakan positif virus Nipah berprofesi sebagai dokter, perawat, dan staf kesehatan. Mereka bekerja di sebuah rumah sakit swasta di Barasat, dekat Kolkata, ibu kota negara bagian Bengal Barat.
Sebelumnya, dua kasus pertama juga melibatkan tenaga kesehatan, yakni seorang laki-laki dan perempuan. Seluruh pasien kini menjalani perawatan intensif di rumah sakit penyakit menular di Beleghata, Kolkata bagian timur.
Meningkatnya jumlah kasus membuat pemerintah India mengambil langkah cepat. Hampir 100 warga yang diduga memiliki kontak erat dengan pasien kini menjalani karantina mandiri di rumah.
Langkah ini diambil untuk memutus rantai penularan virus Nipah, yang dikenal sangat mudah menyebar melalui kontak langsung dengan cairan tubuh penderita.
Virus Nipah sejatinya bukan virus baru dalam dunia virologi. Penyakit ini pertama kali teridentifikasi pada 1998, saat terjadi wabah di kalangan peternak babi di Malaysia dan Singapura.
Pada 2018, wabah virus Nipah kembali mengguncang India, khususnya di Kerala, dan menyebabkan puluhan korban jiwa. Hingga kini, negara tersebut masih rutin menghadapi kemunculan sporadis virus mematikan ini setiap tahunnya.
Di Indonesia sendiri, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) pernah mengeluarkan imbauan kewaspadaan pada 2023, menyusul meningkatnya kasus virus Nipah di kawasan Asia Selatan.
Dikutip dari laman resmi Kemenkes, virus Nipah memiliki masa inkubasi 4 hingga 14 hari sebelum gejala muncul. Pada fase awal, gejalanya kerap menyerupai flu biasa, sehingga sering tidak disadari.
Gejala umum virus Nipah antara lain:
-
Demam
-
Sakit kepala
-
Batuk
-
Sakit tenggorokan
-
Nyeri otot
-
Sesak napas
-
Muntah
-
Kesulitan menelan
Jika infeksi semakin parah, virus Nipah dapat menyebabkan peradangan otak atau ensefalitis, kondisi yang sangat berbahaya.
Gejala Ensefalitis Akibat Virus Nipah
BACA JUGA:Resep Ayam Woku Kemangi Asli Manado, Pedas Harum dan Bumbu Meresap Sempurna
Pada kasus berat, ensefalitis akibat virus Nipah dapat memicu gangguan neurologis serius, seperti:
-
Kantuk berlebihan
-
Sulit berkonsentrasi
-
Disorientasi
-
Perubahan mood yang signifikan
Kondisi ini bisa berkembang cepat dan berujung pada kematian, jika tidak ditangani dengan segera.
Bagaimana Virus Nipah Menular?
Menurut World Health Organization (WHO), kelelawar buah merupakan reservoir alami virus Nipah. Virus ini tidak menyebabkan penyakit pada kelelawar, namun bisa menular ke hewan lain dan manusia.
Rantai penularan virus Nipah:
-
Dari kelelawar ke hewan, seperti babi
-
Dari hewan ke manusia, melalui kontak dengan cairan tubuh hewan terinfeksi
-
Dari manusia ke manusia, melalui kontak langsung dengan air liur, cairan pernapasan, atau cairan tubuh lainnya
Penularan juga bisa terjadi melalui konsumsi daging hewan yang terinfeksi, terutama jika tidak dimasak hingga matang.
Virus Nipah Berpotensi Picu Pandemi Global
WHO telah mengklasifikasikan virus Nipah sebagai patogen dengan potensi pandemi. Alasannya jelas:
-
Tingkat kematian sangat tinggi
-
Penularan antarmanusia memungkinkan
-
Belum ada vaksin atau obat khusus hingga saat ini
Kondisi ini membuat setiap kemunculan kasus baru virus Nipah selalu mendapat perhatian serius dunia internasional.
Tingkat Kematian Capai 75 Persen
Dikutip dari The Independent, virus Nipah memiliki tingkat kematian antara 40 hingga 75 persen, tergantung pada jenis virus dan penanganan medis.
Bahkan bagi pasien yang selamat, infeksi virus Nipah dapat menyebabkan dampak neurologis jangka panjang, seperti kejang berulang hingga perubahan kepribadian.
Dalam kasus yang jarang terjadi, ensefalitis akibat virus Nipah bisa kambuh berbulan-bulan atau bertahun-tahun setelah infeksi awal, akibat reaktivasi virus.
Langkah Pencegahan Virus Nipah
Untuk menekan risiko penularan virus Nipah, berikut langkah-langkah pencegahan yang disarankan:
-
Hindari kontak langsung dengan kelelawar dan hewan ternak berisiko
-
Cuci bersih buah dan sayur sebelum dikonsumsi
-
Gunakan alat pelindung diri saat membersihkan kotoran atau urine hewan
-
Rajin mencuci tangan dengan sabun sebelum dan sesudah beraktivitas
-
Pastikan daging hewan dimasak hingga matang
-
Segera berkonsultasi ke dokter jika mengalami gejala mencurigakan
Temukan konten semaraknews.co.id menarik lainnya di Google News
- Tag
- Share
-