Islah Tak Hapus Pelanggaran, Ini Sikap Tegas Bahtsul Masail NU Yogyakarta
Kiai NU DIY Bahas Polemik Organisasi, Fatwa Syuriah Jadi Sorotan---Dok. Istimewa
Namun demikian, Bahtsul Masail NU Yogyakarta menegaskan bahwa islah tidak serta-merta menghapus tanggung jawab atas pelanggaran yang telah terjadi dan harus disertai mekanisme penyelesaian yang jelas.
Forum Bahtsul Masail NU Yogyakarta menilai sikap menunda atau mengabaikan kesepakatan islah, termasuk melalui penguluran waktu atau manuver politik terkait muktamar percepatan, sebagai tindakan yang bertentangan dengan amanah organisasi.
Dorongan Tindak Lanjut Konkret
“Islah harus diikuti langkah nyata. Tanpa tindak lanjut yang jelas, islah justru kehilangan makna dan berpotensi menimbulkan ketidakpercayaan,” tegas KH Fahmi dalam forum Bahtsul Masail NU Yogyakarta.
Oleh karena itu, Bahtsul Masail NU Yogyakarta merekomendasikan tindak lanjut konkret, antara lain pembentukan tim hukum dan penerbitan keputusan hukum yang tegas untuk menjaga wibawa organisasi.
Langkah tersebut, menurut forum Bahtsul Masail NU Yogyakarta, penting untuk mencegah konflik berkepanjangan dan memastikan kesepakatan organisasi dijalankan secara konsisten.
BACA JUGA:Promo Super Hemat Gokana & Ramen Ya Edisi PayDay Januari 2026: Makan Berdua Jadi Murah!
Penegasan Etika Kepemimpinan NU
Dalam rekomendasinya, Bahtsul Masail NU Yogyakarta mengingatkan bahwa kepemimpinan dalam organisasi keagamaan harus berlandaskan pengabdian, etika, dan kemaslahatan umat.
Forum Bahtsul Masail NU Yogyakarta menilai ambisi kekuasaan yang tidak dikendalikan nilai moral dan tanggung jawab keagamaan berpotensi memicu konflik sosial serta merusak tatanan organisasi.
“Diharapkan Bahtsul Masail NU Yogyakarta ini menjadi rujukan fikih keorganisasian bagi warga Nahdliyin sekaligus memperkuat tradisi musyawarah ilmiah yang santun, kritis, dan berorientasi pada keutuhan jam’iyyah,” pungkas Gus Fahmi.
Temukan konten semaraknews.co.id menarik lainnya di Google News
- Tag
- Share
-