BMKG Buka Suara! OMC Disebut Bom Waktu, Ini Fakta Ilmiahnya
BMKG Luruskan Hoaks OMC: Cold Pool Bukan Dampak Modifikasi Cuaca-pvproductions-Freepik
Dari sisi skala energi, BMKG menegaskan bahwa teknologi manusia saat ini belum mampu menciptakan massa udara dingin dalam skala besar. Oleh karena itu, anggapan bahwa OMC BMKG mampu “mendinginkan atmosfer” secara masif dianggap tidak logis secara ilmiah.
BMKG menambahkan bahwa melalui OMC BMKG, manusia hanya memicu proses alami pada awan yang sudah siap menurunkan hujan, bukan membangun sistem pendingin atmosfer raksasa seperti yang kerap dituduhkan.
Terkait isu bahwa OMC BMKG memindahkan hujan ke wilayah tetangga dan berpotensi memicu banjir, BMKG menjelaskan bahwa terdapat dua metode utama yang digunakan untuk melindungi wilayah strategis.
Metode pertama dalam OMC BMKG adalah Jumping Process Method, yakni mendeteksi suplai awan dari laut seperti Laut Jawa atau Samudra Hindia menggunakan radar, lalu melakukan penyemaian sebelum awan mencapai daratan agar hujan jatuh di perairan.
Metode kedua dalam OMC BMKG adalah Competition Method, yaitu penyemaian sejak dini pada awan yang tumbuh langsung di atas daratan untuk mengganggu pertumbuhannya agar tidak berkembang menjadi awan Cumulonimbus yang masif.
BMKG menegaskan bahwa kedua metode tersebut menunjukkan OMC BMKG tidak dilakukan untuk memindahkan hujan ke wilayah pemukiman lain, melainkan mengendalikan intensitas hujan agar tidak berlebihan.
BACA JUGA:Honda Jazz Terbaru Resmi Comeback, Desain Berubah Total dan Harga Bikin Kaget
Meski demikian, BMKG mengakui bahwa faktor lingkungan tetap memegang peran penting dalam menentukan apakah hujan akan berujung banjir atau tidak, terlepas dari adanya OMC BMKG.
BMKG menyoroti fakta hilangnya sekitar 800 situ atau danau kecil di wilayah Jabodetabek sejak era 1930-an sebagai penyebab utama berkurangnya daerah resapan air, yang meningkatkan risiko banjir.
Oleh karena itu, BMKG sepakat bahwa penataan lingkungan menjadi langkah paling krusial dalam penanganan banjir. Sementara itu, OMC BMKG diposisikan sebagai upaya pendukung untuk menyesuaikan curah hujan dengan kemampuan lingkungan saat ini.
Temukan konten semaraknews.co.id menarik lainnya di Google News
- Tag
- Share
-