Pasar Mobil Listrik di Bawah Rp300 Juta Makin Panas di 2026, Ini Daftar Model dan Keunggulannya

Pasar Mobil Listrik di Bawah Rp300 Juta Makin Panas di 2026, Ini Daftar Model dan Keunggulannya

Build Your Dreams (BYD)-ilustrasi-berbagai sumber

SEMARAKNEWS.CO.ID - Pasar mobil listrik di Indonesia pada awal 2026 kian ramai, terutama di segmen harga di bawah Rp300 juta.

Sejumlah produsen otomotif menghadirkan produk dengan jarak tempuh lebih jauh, fitur yang makin lengkap, serta desain modern untuk menarik konsumen kelas menengah hingga pembeli mobil pertama.

Persaingan yang semakin ketat membuat pilihan kendaraan listrik kini makin variatif, mulai dari city car mungil untuk mobilitas perkotaan hingga SUV kompak dengan fitur keselamatan canggih.

Berikut daftar mobil listrik yang dipasarkan di Indonesia dengan harga di bawah Rp300 juta per Februari 2026.

1. BYD Atto 1

Model yang cukup menyita perhatian di segmen entry-level adalah BYD Atto 1. Mobil listrik ini dibanderol mulai Rp199 jutaan dan menawarkan jarak tempuh sekitar 300 hingga 380 kilometer tergantung variannya.

Keunggulan utama Atto 1 terletak pada penggunaan Blade Battery khas BYD yang dikenal memiliki standar keamanan tinggi serta efisiensi daya yang baik.

Dari sisi performa, tenaga yang dihasilkan juga lebih bertenaga dibanding city car listrik sekelasnya, sehingga tetap nyaman digunakan di jalan perkotaan maupun tol dalam kota.

2. Neta V-II

Di segmen SUV kompak, Neta V-II hadir dengan harga sekitar Rp299 jutaan. Mobil ini dibekali baterai berkapasitas 40 kWh dengan jarak tempuh hingga 401 kilometer berdasarkan pengujian NEDC.

Tenaga motornya mencapai 94 hp dan sudah dilengkapi fitur Advanced Driver Assistance Systems (ADAS). Fitur keselamatan modern ini membuat Neta V-II menjadi salah satu mobil listrik paling lengkap di kelas harga di bawah Rp300 juta.

3. Wuling Air EV

Wuling Air EV masih menjadi opsi populer untuk mobilitas perkotaan. Varian Lite Standard Range dipasarkan di kisaran Rp214 jutaan, sementara Lite Long Range sekitar Rp251 jutaan.

Dengan jarak tempuh 200 hingga 300 kilometer dan dimensi super kompak sekitar 2,9 meter, mobil dari Wuling Motors ini sangat cocok digunakan di kota padat, terutama untuk kebutuhan harian seperti kerja, belanja, atau antar jemput.

4. Changan Lumin

Pendatang baru Changan Lumin turut meramaikan pasar dengan harga agresif sekitar Rp183 juta hingga Rp199 juta.

Jarak tempuhnya berada di rentang 200 sampai 300 kilometer. Desain eksterior yang imut dipadukan interior modern membuat mobil ini menarik bagi konsumen muda yang mengutamakan gaya sekaligus efisiensi.

5. Geely EX2

Geely EX2 menjadi alternatif lain di segmen hatchback listrik dengan harga mulai Rp229 jutaan.

Mobil ini menawarkan jarak tempuh sekitar 300 kilometer, build quality yang solid, serta fitur kenyamanan yang cukup lengkap. Kombinasi tersebut membuatnya kompetitif di kelas harga menengah bawah.

6. Seres E1

Untuk pilihan paling terjangkau, Seres E1 dipasarkan mulai Rp189 jutaan untuk Type B dan Rp219 jutaan untuk Type L.

Kapasitas baterainya berkisar 13,8 kWh hingga 16,8 kWh dengan jarak tempuh 200 sampai 220 kilometer. Model ini cocok digunakan untuk rute tetap seperti sekolah, kantor, atau aktivitas harian jarak dekat.

BACA JUGA:Kemenhub Prediksi 143,9 Juta Orang Mudik Lebaran 2026, FWA Jadi Strategi Urai Kepadatan

Keunggulan Mobil Listrik di Segmen Harga Terjangkau

Secara umum, mobil listrik memiliki sejumlah keunggulan dibanding mobil berbahan bakar bensin.

Biaya operasional per kilometer jauh lebih rendah, bahkan bisa menghemat sekitar 60–70 persen biaya energi bulanan. Selain itu, perawatan kendaraan listrik juga lebih sederhana karena tidak memerlukan penggantian oli, busi, maupun komponen mesin pembakaran lainnya.

Akselerasi motor listrik yang instan membuat pengalaman berkendara terasa responsif, sementara kabin yang lebih senyap meningkatkan kenyamanan.

Di kota besar seperti Jakarta, mobil listrik juga mendapat keuntungan tambahan seperti bebas aturan ganjil genap serta pajak tahunan yang relatif lebih ringan berkat insentif pemerintah.

Tantangan yang Masih Perlu Dipertimbangkan

Meski menawarkan banyak kelebihan, ada beberapa hal yang masih menjadi pertimbangan konsumen sebelum membeli mobil listrik.

Salah satunya adalah waktu pengisian daya. Home charging umumnya memakan waktu 6 hingga 8 jam, sementara fast charging membutuhkan sekitar 30 sampai 45 menit untuk pengisian dari 10 hingga 80 persen.

Selain itu, ketersediaan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di luar kota besar masih belum merata. Kekhawatiran soal depresiasi harga serta mahalnya biaya penggantian baterai juga masih menjadi faktor yang dipikirkan sebagian calon pembeli.

Harga beli awal mobil listrik dalam beberapa kasus juga masih sedikit lebih tinggi dibanding mobil bensin dengan ukuran setara.

Semakin Masuk Akal untuk Mobilitas Perkotaan

BACA JUGA:3 Model Baru GAC Debut di IIMS 2026, Promo Golden Lucky Deals Jadi Sorotan

Bagi pengguna dengan mobilitas dominan di dalam kota, mobil listrik di bawah Rp300 juta kini menjadi opsi yang semakin rasional.

Pilihan model yang beragam membuat konsumen dapat menyesuaikan kebutuhan, mulai dari jarak tempuh, kapasitas kabin, hingga kelengkapan fitur keselamatan.

 

Dengan perkembangan teknologi baterai, peningkatan infrastruktur pengisian daya, serta dukungan insentif pemerintah, segmen mobil listrik terjangkau diprediksi akan terus tumbuh sepanjang 2026.

Temukan konten semaraknews.co.id menarik lainnya di Google News

Tag
Share
Berita Lainnya