Kemenhub Prediksi 143,9 Juta Orang Mudik Lebaran 2026, FWA Jadi Strategi Urai Kepadatan

Kemenhub Prediksi 143,9 Juta Orang Mudik Lebaran 2026, FWA Jadi Strategi Urai Kepadatan

Illustrasi Mudik lebaran, Puluhan Kendaraan Padati jalan Tol --IStockPhoto

SEMARAKNEWS.CO.ID - Kementerian Perhubungan memprediksi sebanyak 143,9 juta orang akan melakukan perjalanan selama periode Lebaran 2026.

Proyeksi tersebut diperoleh dari hasil Survei Angkutan Lebaran 2026 yang menjadi dasar pemerintah dalam menyiapkan strategi pengendalian arus mudik dan balik tahun ini.

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengatakan, angka proyeksi pergerakan tahun ini memang sedikit lebih rendah dibandingkan hasil survei 2025 yang mencatat potensi 146 juta orang. Namun, realisasi di lapangan saat itu justru menembus 154 juta pergerakan.

“Kami berasumsi bahwa pada 2026, dengan mempertimbangkan hari libur yang cukup panjang dan penerapan kebijakan flexible working arrangement (FWA), periode pergerakan masyarakat dapat berlangsung kurang lebih selama dua pekan.

Dengan kondisi tersebut, kami memperkirakan jumlah pergerakan masyarakat berpotensi kurang lebih sama dengan realisasi tahun kemarin,” kata Dudy dalam keterangan tertulis, Senin (16/2/2026).

BACA JUGA:KAI Services Buka Rekrutmen Relawan Tenaga Kesehatan Februari 2026, Cek Syarat dan Cara Daftarnya

Penurunan Tipis, Pemerintah Tetap Siaga Lonjakan

Secara persentase, proyeksi 2026 mengalami penurunan sekitar 1,7 persen dibandingkan survei tahun sebelumnya. Meski begitu, pemerintah tidak mengendurkan kesiapsiagaan.

Kementerian Perhubungan tetap menyiapkan berbagai skenario antisipasi lonjakan pemudik, mengingat pengalaman tahun lalu menunjukkan realisasi pergerakan bisa melampaui angka survei.

Dudy pun mengimbau masyarakat untuk menyusun rencana perjalanan sejak dini, termasuk menentukan tanggal keberangkatan dan kepulangan lebih awal.

Ia juga mendorong masyarakat memanfaatkan fleksibilitas waktu kerja agar tidak bepergian pada hari-hari puncak arus mudik maupun arus balik.

Kolaborasi Jadi Kunci Kelancaran Mudik

Dengan prediksi hampir 144 juta orang akan bergerak, Kemenhub menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor.

Sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, operator transportasi, hingga masyarakat dinilai menjadi faktor krusial untuk memastikan kelancaran mobilitas selama Lebaran.

Kesiapan sarana dan prasarana transportasi, rekayasa lalu lintas, hingga manajemen jadwal keberangkatan akan disusun berdasarkan data survei tersebut.

FWA Dinilai Efektif Urai Kepadatan

Salah satu strategi utama yang diandalkan pemerintah tahun ini adalah penerapan kebijakan Flexible Working Arrangement (FWA).

Menurut Dudy, pola kerja fleksibel memungkinkan masyarakat mengatur waktu perjalanan lebih leluasa sehingga tidak menumpuk pada satu periode tertentu.

Pemerintah telah menyepakati penerapan FWA bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) dan sebagian pekerja swasta pada:

  • 16 Maret 2026

  • 17 Maret 2026

  • 25 Maret 2026

  • 26 Maret 2026

  • 27 Maret 2026

Berdasarkan hasil survei Kemenhub, kebijakan tersebut dinilai cukup efektif menekan potensi lonjakan pada puncak arus mudik yang biasanya terjadi pada H-5 hingga H-3 Lebaran.

BACA JUGA:Resmi Terbit! Aturan Pembelajaran Selama Ramadan 2026, Ini Jadwal Lengkap Belajar hingga Libur Lebaran

Pergerakan Diprediksi Lebih Menyebar

Dengan adanya FWA, pola pergerakan pemudik diperkirakan berubah dibanding tahun-tahun sebelumnya.

Jika biasanya pemudik menumpuk mendekati hari Lebaran, tahun ini pergerakan diprediksi lebih menyebar sejak H-6 hingga H-8.

“Survei menunjukkan kebijakan tersebut berpotensi meredam lonjakan pada H+4 sampai H+6 setelah Lebaran, karena sebagian masyarakat memilih kembali di luar periode puncak,” ujar Dudy.

Pola serupa juga diperkirakan terjadi saat arus balik, sehingga kepadatan di jalur utama, terminal, stasiun, pelabuhan, dan bandara bisa lebih terkendali.

Pemerintah Siapkan Strategi Komprehensif

Selain FWA, pemerintah juga menyiapkan sejumlah langkah pendukung, antara lain:

  • Optimalisasi kapasitas angkutan umum

  • Penambahan frekuensi perjalanan

  • Pengaturan rekayasa lalu lintas

  • Pemantauan real-time pergerakan pemudik

  • Posko terpadu Angkutan Lebaran

Langkah-langkah tersebut disusun untuk memastikan aspek keselamatan, kenyamanan, dan kelancaran perjalanan masyarakat selama periode mudik dan balik.

Imbauan untuk Masyarakat

Kemenhub kembali mengingatkan masyarakat agar:

  • Memesan tiket lebih awal

  • Menghindari puncak arus mudik

  • Memastikan kondisi kendaraan prima

  • Menjaga kesehatan selama perjalanan

Perencanaan yang matang dinilai dapat membantu mengurangi kepadatan sekaligus meningkatkan keselamatan perjalanan.

 

Dengan prediksi ratusan juta orang akan bergerak, Lebaran 2026 dipastikan kembali menjadi momentum mobilitas terbesar masyarakat Indonesia.

Pemerintah pun berharap kolaborasi semua pihak dapat membuat arus mudik dan balik tahun ini berjalan lebih lancar dibanding tahun sebelumnya.

Temukan konten semaraknews.co.id menarik lainnya di Google News

Tag
Share
Berita Lainnya