Harga BBM ASEAN Meledak! Dampak Perang Timur Tengah Bikin Minyak Tembus Rp50 Ribu per Liter

Harga BBM ASEAN Meledak! Dampak Perang Timur Tengah Bikin Minyak Tembus Rp50 Ribu per Liter

Update Terbaru Harga BBM di Indonesia---Pinterest

SEMARAKNEWS.CO.ID - Harga bahan bakar minyak (BBM) di kawasan Asia Tenggara (ASEAN) mengalami kenaikan yang cukup bervariasi dalam beberapa pekan terakhir.

Lonjakan ini dipicu oleh ketegangan geopolitik di kawasan Asia Barat yang berdampak langsung pada pasokan minyak global.

Kondisi tersebut membuat harga minyak mentah dunia menembus di atas 100 dolar AS per barel.

Selain itu, jalur distribusi vital seperti Selat Hormuz ikut terdampak, sehingga memperketat pasokan energi global.

Akibatnya, sistem harga BBM di negara-negara ASEAN mulai “teruji”, terutama dalam hal subsidi, pajak, dan ketergantungan terhadap pasar internasional.

BACA JUGA:7 Mitos Motor Listrik yang Masih Banyak Dipercaya, Padahal Sudah Tak Relevan di 2026

Malaysia: Subsidi Masih Jadi Penyelamat Harga

Di Malaysia, harga BBM masih relatif stabil berkat subsidi pemerintah.

  • RON95 (subsidi): Rp8.397/liter
  • RON97: Rp21.733/liter
  • Diesel: hingga Rp23.285/liter

Meski begitu, Perdana Menteri Anwar Ibrahim mulai mengurangi kuota subsidi RON95 dari 300 liter menjadi 200 liter per bulan mulai April 2026.

Indonesia: Masih Termasuk Termurah di Kawasan

Di Indonesia, harga BBM relatif stabil hingga akhir Maret 2026.

  • Pertalite (RON90): Rp10.000/liter
  • RON92: Rp12.300–Rp12.390/liter
  • RON95: Rp12.900–Rp14.060/liter

Dengan harga ini, Indonesia masih menjadi salah satu negara dengan BBM paling terjangkau di ASEAN.

Singapura: BBM Termahal Karena Pajak Tinggi

Berbeda dengan negara lain, Singapura mencatat harga BBM tertinggi di kawasan.

  • RON95: sekitar Rp44.000/liter
  • RON98: hingga Rp51.000/liter
  • Premium: tembus Rp54.000/liter

Hal ini dipengaruhi pajak tinggi dan kebijakan pemerintah untuk membatasi penggunaan kendaraan pribadi.

Thailand: Harga Naik Karena Subsidi Dikurangi

Di Thailand, harga BBM naik signifikan setelah pengurangan subsidi.

  • RON95: Rp21.115/liter
  • Diesel: Rp20.029/liter

Kenaikan mencapai sekitar Rp3.000 per liter dalam waktu singkat.

Vietnam: Pangkas Pajak Demi Stabilkan Harga

Vietnam mengambil langkah berbeda dengan menghapus pajak lingkungan sementara.

  • RON95: turun ke Rp15.639/liter
  • Solar: Rp22.779/liter

Kebijakan ini membuat harga bensin turun hingga 26 persen.

BACA JUGA:Harga Minyak Naik Imbas Konflik Timur Tengah, Mobil Listrik Melesat, LCGC Tertekan

Filipina: Kenaikan Bertahap di Semua Jenis BBM

Di Filipina, harga BBM naik antara Rp2.200 hingga Rp3.300 per liter.

  • RON95: Rp23.000–Rp30.000/liter
  • RON97: hingga Rp31.000/liter

Kenaikan ini mengikuti tren global.

Kamboja: Subsidi Tambahan untuk Redam Harga

Kamboja tetap memberikan subsidi tambahan.

  • RON92: Rp21.085/liter
  • Solar: Rp30.362/liter

Pemerintah juga memangkas pajak untuk menjaga harga tetap stabil.

Laos: Harga BBM Masih Tinggi

Di Laos, harga BBM tergolong tinggi:

  • RON95: Rp30.254/liter
  • Diesel: Rp32.121/liter

Brunei Darussalam: Paling Murah di ASEAN

Brunei Darussalam menjadi negara dengan BBM termurah:

  • RON92: Rp4.726/liter
  • RON97: Rp6.958/liter
  • Diesel: Rp4.070/liter

Subsidi besar dari pemerintah menjadi faktor utama.

Myanmar: Harga Melonjak Akibat Krisis dan Kelangkaan

Situasi paling parah terjadi di Myanmar.

  • RON95: Rp40.102/liter
  • Diesel: hingga Rp49.050/liter

Krisis pasokan membuat pemerintah membatasi pembelian BBM per minggu bagi masyarakat.

Dampak Besar Perang Timur Tengah terhadap BBM ASEAN

Kenaikan harga BBM di ASEAN tidak lepas dari konflik di Asia Barat yang melibatkan negara besar seperti Iran, Amerika Serikat, dan Israel.

Ketegangan ini:

  • Mengganggu distribusi minyak global
  • Mendorong lonjakan harga minyak mentah
  • Memicu inflasi di banyak negara

Subsidi Jadi Pembeda Utama di ASEAN

Dari data yang ada, terlihat jelas bahwa perbedaan harga BBM di ASEAN sangat dipengaruhi oleh:

  1. Subsidi pemerintah
  2. Kebijakan pajak energi
  3. Ketergantungan impor minyak

 

Negara seperti Brunei dan Indonesia masih mampu menjaga harga tetap rendah karena subsidi, sementara Singapura dan Laos lebih terpapar harga pasar global. 

Temukan konten semaraknews.co.id menarik lainnya di Google News

Tag
Share
Berita Lainnya