Prabowo Dorong Kredit Murah 6% Lewat Koperasi Merah Putih, Petani dan Warga Desa Tak Lagi Terjebak Rentenir
Koperasi Merah Putih Mulai dengan Modal Rp3 Miliar per Unit---Istimewa
SEMARAKNEWS.CO.ID - Presiden Prabowo Subianto mendorong penguatan peran Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih sebagai sumber pembiayaan murah bagi masyarakat desa.
Melalui program ini, pemerintah menargetkan skema pinjaman dengan bunga rendah sekitar 6 persen per tahun.
Langkah tersebut diharapkan mampu memperluas akses kredit bagi masyarakat berpenghasilan rendah, sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap pinjaman berbunga tinggi seperti rentenir maupun pinjaman online.
Menteri Koperasi Ferry Juliantono mengatakan program ini menjadi salah satu solusi konkret pemerintah untuk melindungi masyarakat dari jeratan utang yang memberatkan.
“Ini menjadi alternatif bagi masyarakat supaya tidak terjebak pada praktik rentenir maupun pinjaman online yang selama ini sangat membebani,” kata Ferry saat ditemui di kantor Kementerian Koperasi dan UKM.
BACA JUGA:7 Penyebab Sertifikat Tanah Bisa Tidak Berlaku Secara Hukum, ATR/BPN Ingatkan Pemilik Wajib Tahu
Kredit Murah untuk Masyarakat Desa
Skema pembiayaan bunga rendah tersebut akan dijalankan melalui lembaga keuangan ultramikro yang berada di dalam Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih.
Dengan sistem ini, masyarakat desa dapat memperoleh akses pembiayaan yang lebih mudah dan terjangkau dibandingkan skema kredit konvensional.
Selain memberikan pinjaman murah, koperasi desa juga memiliki beberapa fungsi penting lainnya, antara lain:
- menyediakan kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau
- menjadi offtaker atau penyerap hasil produksi masyarakat desa
- membantu memperkuat ekonomi lokal
Menurut Ferry, peran koperasi desa tidak hanya sebatas lembaga keuangan, tetapi juga menjadi pusat kegiatan ekonomi masyarakat.
Target 80.000 Koperasi Desa
Pemerintah menargetkan pembentukan hingga 80.000 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di seluruh Indonesia.
Keberadaan koperasi tersebut diharapkan dapat menjadi jaringan ekonomi baru yang memperkuat sektor pertanian, usaha kecil, serta ekonomi desa secara keseluruhan.
Prabowo menilai selama ini terdapat ketimpangan besar dalam akses pembiayaan antara masyarakat kecil dan pengusaha besar.
Ia mencontohkan bahwa kredit mikro untuk masyarakat kecil bisa mencapai bunga sekitar 24 persen, sementara pengusaha besar hanya memperoleh bunga sekitar 9 hingga 12 persen.
Menurutnya, kondisi tersebut tidak adil bagi masyarakat kecil yang justru membutuhkan dukungan pembiayaan.
“Sekarang mikro kredit bisa 24 persen. Orang miskin 24 persen. Pengusaha besar paling tinggi 9 atau 10 persen. Ini tidak bisa,” ujar Prabowo dalam pernyataan yang diunggah melalui kanal YouTube resminya.
Pinjaman Rentenir Bisa Capai 1 Persen per Hari
Prabowo juga menyoroti praktik pinjaman rentenir yang selama ini menjadi pilihan terakhir bagi banyak petani.
Dalam kondisi tertentu, bunga pinjaman dari rentenir bahkan bisa mencapai 1 persen per hari.
Situasi tersebut sering terjadi karena petani membutuhkan dana cepat untuk memenuhi kebutuhan selama masa tanam hingga panen yang bisa mencapai sekitar 120 hari.
BACA JUGA:Pertamax Naik Mulai 1 April 2026, Harga BBM Subsidi Tetap Aman?
Jika terjadi kebutuhan mendadak seperti biaya kesehatan atau kebutuhan keluarga, petani kerap tidak memiliki pilihan lain selain meminjam uang dengan bunga tinggi.
“Kadang-kadang istrinya sakit, dia perlu pinjam uang. Dia pinjam dari siapa? Dari rentenir. Bunganya bisa 1 persen sehari,” kata Prabowo.
Menurutnya, praktik tersebut merupakan bentuk ketidakadilan ekonomi yang harus dihentikan.
Koperasi Jadi Solusi Ekonomi Desa
Melalui Koperasi Merah Putih, pemerintah ingin menciptakan sistem ekonomi desa yang lebih adil dan berkelanjutan.
Koperasi diharapkan mampu menjadi sumber pembiayaan yang sehat sekaligus memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat.
Prabowo menilai pengembangan koperasi desa dalam skala besar merupakan langkah terobosan yang belum pernah dilakukan sebelumnya di Indonesia.
Ia bahkan meyakini program tersebut dapat menjadi contoh atau studi kasus bagi negara lain yang menghadapi persoalan serupa.
Dengan bunga pinjaman yang jauh lebih rendah, koperasi desa diharapkan mampu memberikan ruang bagi petani, pelaku usaha mikro, serta masyarakat kecil untuk berkembang tanpa harus terjebak dalam utang berbunga tinggi.
Jika program ini berjalan sesuai rencana, Koperasi Merah Putih berpotensi menjadi salah satu pilar utama dalam membangun ekonomi desa yang lebih kuat dan berkeadilan di Indonesia.
Temukan konten semaraknews.co.id menarik lainnya di Google News
- Tag
- Share
-