Kontroversi MACC Memanas, Raja Malaysia Ambil Alih Penunjukan Kepala Lembaga Antikorupsi
Azam Baki Disorot, Raja Malaysia Pastikan Pemilihan Kepala MACC Tak Dipolitisasi-@officialsultanibrahim-Instagram
JAKARTA, SEMARAKNEWS.CO.ID - Isu dugaan pelanggaran di tubuh lembaga antikorupsi Malaysia kembali memanas.
Raja Malaysia, Sultan Ibrahim, menyatakan akan turun langsung dalam menentukan kepala baru Komisi Anti-Korupsi Malaysia (MACC), menyusul meningkatnya tekanan terhadap pimpinan saat ini.
Kepala Komisioner MACC, Azam Baki, tengah menjadi sorotan publik setelah muncul laporan media pada Februari 2026 lalu yang menuding adanya pelanggaran serta ketidaksesuaian dengan aturan layanan publik.
Tuduhan tersebut juga disebut melibatkan pejabat senior lainnya di lembaga tersebut.
Akan tetapi Azam Baki bersama pihak Malaysian Anti-Corruption Commission menegaskan bahwa seluruh tudingan tersebut “tidak berdasar”.
BACA JUGA:Jelang Lawan Vietnam, Malaysia Dihantam Skandal! Klaim Marwah Justru Jadi Bahan Sindiran
Tekanan Politik dan Sorotan Publik
Kontroversi ini turut memicu ketegangan di dalam pemerintahan Perdana Menteri Anwar Ibrahim.
Sejumlah sekutu politik mulai mempertanyakan keseriusan pemerintah dalam memberantas korupsi, terutama setelah kasus ini mencuat ke publik.
Pemerintah Malaysia diketahui telah melakukan penyelidikan terhadap berbagai tuduhan yang dialamatkan kepada Azam Baki.
Namun hingga kini, hasil investigasi tersebut belum dipublikasikan karena masih menunggu proses lanjutan oleh kepolisian dan otoritas terkait.
Kontrak Azam Baki sebagai pimpinan MACC sendiri dilaporkan akan berakhir pada Mei 2026 mendatang, sehingga memunculkan spekulasi mengenai pergantian kepemimpinan dalam waktu dekat.
BACA JUGA:Safee Sali Desak Timnas Malaysia Hentikan Mainkan 7 Pemain Naturalisasi 'Keturunan Palsu'
Raja Malaysia Ambil Peran
Dalam pernyataan resmi, Sultan Ibrahim menegaskan bahwa proses penunjukan kepala MACC tidak seharusnya dipolitisasi.
Ia menilai posisi tersebut sangat krusial dalam menjaga efektivitas lembaga antikorupsi.
Temukan konten semaraknews.co.id menarik lainnya di Google News
- Tag
- Share
-