Safee Sali Desak Timnas Malaysia Hentikan Mainkan 7 Pemain Naturalisasi 'Keturunan Palsu'
Timnas Malaysia-ilustrasi-
SEMARAKNEWS.CO.ID - Legenda sepak bola Malaysia, Safee Sali, kembali menyuarakan kritik keras terhadap polemik yang tengah mengguncang Timnas Malaysia.
Ia secara tegas meminta agar Harimau Malaya tidak lagi memainkan tujuh pemain naturalisasi yang diduga memiliki status keturunan tidak valid.
Pernyataan ini muncul di tengah penantian keputusan final dari Court of Arbitration for Sport (CAS) terkait kasus yang melibatkan beberapa pemain naturalisasi Malaysia.
Menurut Safee Sali, situasi saat ini terlalu berisiko bagi sepak bola Malaysia jika tetap memaksakan memainkan pemain-pemain yang sedang disorot tersebut.
Apalagi Harimau Malaya sedang menghadapi momen krusial dalam perjalanan mereka di ajang AFC Asian Cup 2027.
Malaysia Hadapi Laga Penentuan Kontra Vietnam
BACA JUGA:Smartwatch Sultan! HUAWEI WATCH Ultimate 2 Punya Ketahanan Air hingga 200 Meter
Dalam waktu dekat, Malaysia akan menghadapi laga penting melawan Timnas Vietnam pada 31 Maret mendatang.
Pertandingan tersebut merupakan laga terakhir putaran ketiga Kualifikasi Piala Asia 2027 yang akan menentukan peluang kedua tim untuk melaju ke putaran final yang rencananya digelar di Arab Saudi.
Duel ini diprediksi berlangsung panas karena kedua tim sama-sama membutuhkan kemenangan untuk mengamankan posisi.
Namun situasi Malaysia jauh lebih rumit. Mereka masih dibayangi ancaman sanksi berat dari FIFA jika keputusan akhir CAS tidak berpihak kepada mereka dalam kasus naturalisasi pemain.
Vietnam sendiri juga ikut menunggu hasil keputusan tersebut karena dampaknya bisa memengaruhi peta persaingan di kualifikasi.
Safee Sali Minta Pemain Bermasalah “Istirahat Dulu”
Melihat kondisi yang tidak menentu tersebut, Safee Sali meminta agar federasi sepak bola Malaysia mengambil langkah lebih hati-hati.
Ia menyarankan agar tujuh pemain yang menjadi pusat kontroversi sementara tidak dimainkan hingga keputusan final keluar.
Menurutnya, langkah ini merupakan cara paling aman untuk menghindari potensi masalah yang lebih besar di masa depan.
“Untuk berjaga-jaga mengingat situasi saat ini, ini hanya pendapat saya,” kata Safee Sali.
“Saya merasa mereka harus istirahat sejenak. Itu pandangan saya.”
Mantan striker yang membawa Malaysia juara di AFF Championship 2010 itu menegaskan bahwa pendapatnya murni sebagai bentuk kepedulian terhadap masa depan sepak bola Malaysia.
Ancaman Sanksi Lebih Berat Masih Mengintai
Masalahnya, peluang tujuh pemain tersebut untuk tetap dimainkan sebenarnya masih terbuka.
Pasalnya, Pengadilan CAS sempat menangguhkan sanksi FIFA untuk sementara waktu, sehingga secara teknis mereka masih bisa tampil di pertandingan resmi.
Namun di sisi lain, keputusan itu belum bersifat final.
Jika nantinya CAS memutuskan bahwa status naturalisasi para pemain tersebut bermasalah, Malaysia bisa menghadapi sanksi yang jauh lebih berat, termasuk kemungkinan pengurangan poin, diskualifikasi, atau larangan tampil di kompetisi tertentu.
Inilah yang membuat Safee Sali merasa federasi harus berpikir lebih matang sebelum mengambil keputusan.
Manajemen Tim Harus Siap Tanggung Risiko
BACA JUGA:Yamaha NMAX 2026 Makin Canggih! Skutik Premium 155cc Ini Tetap Jadi Raja Jalanan
Safee juga menyadari bahwa keputusan akhir tetap berada di tangan manajemen tim dan federasi.
Ia tidak memaksakan agar sarannya harus diikuti, tetapi ia mengingatkan bahwa setiap keputusan memiliki konsekuensi.
“Namun mungkin manajemen memiliki pendapat yang berbeda, saya tidak yakin,” ujar Safee.
Menurutnya, jika federasi tetap memilih menurunkan pemain-pemain tersebut, maka mereka harus siap menanggung seluruh risiko yang mungkin muncul.
“Jika mereka memutuskan untuk menurunkan pemain-pemain tersebut, maka mereka harus siap mengambil risiko berdasarkan perkembangan atau keputusan apa pun yang muncul.”
Ia menegaskan bahwa keputusan tersebut harus dipertimbangkan dengan matang.
“Ada risikonya. Jika mereka merasa hal itu sepadan dengan apa yang dipertaruhkan, maka mereka harus bertanggung jawab atas keputusan tersebut,” tegas Safee.
Putusan CAS Dinantikan, Spekulasi Makin Liar
Hingga saat ini, keputusan final dari Pengadilan CAS masih belum diumumkan.
Padahal banyak pihak memperkirakan bahwa pekan ini akan menjadi momen penentuan bagi kasus tersebut.
Namun sampai pertengahan pekan, keputusan yang dinanti-nanti itu belum juga keluar.
Situasi ini membuat atmosfer sepak bola Asia Tenggara menjadi semakin tegang.
Banyak spekulasi bermunculan, mulai dari kemungkinan hukuman berat hingga potensi perubahan hasil pertandingan di kualifikasi.
Jika CAS memutuskan bahwa naturalisasi pemain tersebut tidak sah, dampaknya bisa sangat besar, tidak hanya bagi Malaysia tetapi juga bagi negara lain yang terlibat dalam persaingan menuju Piala Asia.
Masa Depan Harimau Malaya Dipertaruhkan
Kasus ini menjadi salah satu kontroversi terbesar dalam sejarah sepak bola Malaysia dalam beberapa tahun terakhir.
Di satu sisi, tim membutuhkan kekuatan terbaik untuk menghadapi pertandingan penting melawan Vietnam.
Namun di sisi lain, memainkan pemain yang masih terlibat polemik bisa membawa konsekuensi besar bagi masa depan tim nasional.
Kini semua mata tertuju pada keputusan akhir CAS.
Apapun hasilnya, keputusan tersebut akan menentukan langkah selanjutnya bagi Harimau Malaya dalam perjalanan menuju Piala Asia 2027.
Temukan konten semaraknews.co.id menarik lainnya di Google News
- Tag
- Share
-