Prabowo Sentil Aparat dan ASN, Gaji Harus Layak Biar Tak Peras Rakyat dan Korupsi Uang Negara

Prabowo Sentil Aparat dan ASN, Gaji Harus Layak Biar Tak Peras Rakyat dan Korupsi Uang Negara

Prabowo menegaskan TNI, Polri, ASN, guru, tenaga kesehatan perlu gaji layak agar tak memeras rakyat dan terjerat korupsi.-Foto: Dok. YouTube Kementerian Koperasi-

JAKARTA, Semaraknews.co.id – Presiden Prabowo Subianto menyinggung hubungan antara kesejahteraan aparatur negara dengan potensi penyalahgunaan wewenang. Menurutnya, negara harus memberikan penghasilan yang layak kepada para aparat dan pelayan publik agar mereka tidak tergoda memeras masyarakat maupun menggerogoti uang negara.

Pesan itu disampaikan Prabowo saat menghadiri puncak peringatan Hari Koperasi Nasional di kawasan Senayan, Jakarta, Minggu, 12 Juli 2026. Dalam pidatonya, ia menegaskan bahwa kebutuhan akan gaji yang memadai tidak hanya berlaku bagi prajurit TNI dan anggota Polri, tetapi juga profesi lain yang menjadi tulang punggung pelayanan publik.

“Guru-guru membutuhkan gaji yang baik, dokter-dokter, perawat-perawat membutuhkan gaji yang baik, tentara dan polisi membutuhkan gaji yang baik supaya mereka tidak memeras rakyat,” ujar Prabowo.

Ia melanjutkan bahwa persoalan kesejahteraan juga menyangkut aparatur sipil negara. Menurutnya, pemberian gaji yang layak menjadi salah satu cara untuk menekan praktik korupsi di lingkungan birokrasi.

BACA JUGA:Prabowo Semprot ‘Tamu Tak Tahu Diri’, Datang Katanya Dagang, Ujung-ujungnya Indonesia yang Dijarah

“Pegawai negeri membutuhkan gaji yang baik supaya mereka tidak melakukan korupsi,” katanya.

Di hadapan peserta acara, Ketua Umum Partai Gerindra itu juga kembali mengingatkan para pelaku korupsi agar menghentikan kebiasaan menggerogoti uang rakyat. Prabowo mengatakan peringatan tersebut bukan kali pertama ia sampaikan.

“Untuk kesekian kalinya saya berbicara seperti ini sejak dulu. Hei, para koruptor, sadar dirilah. Hentikan praktik-praktik kalian, hentikan,” tegasnya.

Prabowo menilai masyarakat Indonesia memang dikenal sebagai bangsa yang pemaaf. Namun, menurutnya, sikap itu tidak boleh dijadikan alasan untuk terus merampas hak rakyat melalui praktik korupsi.

“Kembalikan kekayaan rakyat, kembalikan dengan baik. Kita adalah bangsa yang pemaaf, tetapi rakyat membutuhkan keadilan, rakyat membutuhkan kesejahteraan,” ujar Prabowo.

Temukan konten semaraknews.co.id menarik lainnya di Google News

Tag
Share
Berita Lainnya
Berita Terpopuler