Prabowo Tantang Para Pengkritik Ekonomi Neolib: Kita Jalan Terus Meski Dihantam Cibiran
rabowo menyebut program ekonomi pemerintah tetap berjalan meski dikritik, serta menyoroti kelemahan paham neoliberal soal ketimpangan.-Foto: YouTube Kementerian Sekretariat Negara-
JAKARTA, Semaraknews.co.id – Presiden Prabowo Subianto menegaskan pemerintahannya tidak akan mundur hanya karena kritik terus berdatangan. Program penguatan ekonomi yang menjadi agenda pemerintah, kata dia, tetap akan berjalan meski mendapat serangan dari berbagai pihak.
Pernyataan itu disampaikan Prabowo saat menghadiri puncak peringatan Hari Koperasi Nasional di kawasan Senayan, Jakarta, Minggu, 12 Juli 2026. Dalam pidatonya, Prabowo menyentil kelompok yang ia sebut sebagai "orang-orang pintar" yang menurutnya kerap meremehkan program pemerintah.
Menurut Prabowo, setiap kebijakan yang diarahkan untuk memperkuat ekonomi nasional sering kali justru mendapat kritik, ejekan, bahkan tudingan dari sejumlah pihak. Namun, ia menegaskan hal tersebut tidak akan menghentikan langkah pemerintah.
"Kalau kita mau buat suatu program, aliran untuk memperkuat bangsa sendiri, kita diejek, kita dijelek-jelekkan, kita difitnah, kita dihajar. Tapi tidak ada pengaruhnya. Saya katakan tidak ada pengaruhnya. Kita jalan terus," ujar Prabowo.
Dalam kesempatan tersebut, Prabowo juga kembali menyampaikan kritiknya terhadap paham neoliberalisme yang menurutnya tidak mampu menciptakan kesejahteraan yang merata bagi masyarakat.
BACA JUGA:Tito Bongkar Borok Pilkada, Kepala Daerah Korup Bukan Cuma Serakah, Tapi Harus Balikin Modal!
Ia mengaku sejak awal tidak percaya dengan gagasan ekonomi neoliberal yang menekankan pasar bebas dan keterbukaan ekonomi global. Menurutnya, pendekatan tersebut justru berisiko membuat kekayaan hanya berputar di kelompok tertentu.
"Saya tidak percaya dengan teori-teori neolib. Katanya, 'eh kita berpikir global, tidak ada perbatasan lagi', ya, kan," tutur Prabowo.
Prabowo menilai salah satu kelemahan neoliberalisme adalah kecenderungannya melihat kemiskinan sebagai kesalahan individu. Padahal, menurut dia, struktur ekonomi juga menentukan apakah masyarakat bisa menikmati kesejahteraan atau tidak.
"Pahamnya neolib, kalau kau miskin itu salah kamu. Paham neolib itu mengatakan, 'biarlah yang kaya hanya 1 persen. Kalau mereka kaya, nanti lama-lama kekayaannya akan menetes ke bawah, efek menetes ke bawah'. Saya tanya. Kalian percaya enggak, akan menetes ke bawah?" ucap Prabowo.
Prabowo kemudian menyebut sejumlah negara Barat mulai meninggalkan pendekatan ekonomi neoliberal. Ia mempertanyakan mengapa gagasan tersebut masih menjadi bahan perdebatan di Indonesia.
BACA JUGA:Prabowo Cap LGBTQ Ancaman Negara, Publik Dipecah Isu Moral Saat Ekonomi Masih Megap-Megap
"Amerika, Inggris, Eropa Barat, sudah meninggalkan. Hanya di kita... Saya enggak tahu ada orang-orang pintar yang entah terlalu pintar atau apa saya enggak mengerti," tutur dia.
Ketua Umum Partai Gerindra itu menegaskan pemerintah akan tetap menjalankan kebijakan ekonomi yang dianggap mampu memperkuat kemandirian bangsa. Kritik, menurutnya, tidak akan mengubah arah kebijakan yang telah ditetapkan.
Pidato Prabowo tersebut kembali membuka perdebatan lama mengenai arah ekonomi Indonesia, antara pendekatan pasar bebas yang mengandalkan mekanisme pasar dan model ekonomi yang lebih menekankan peran negara dalam menjaga pemerataan kesejahteraan.
Temukan konten semaraknews.co.id menarik lainnya di Google News
- Tag
- Share
-