Rumah Subsidi Digenjot, Backlog Belum Tumbang! Ara Ajak Warga Borong FLPP Sebelum Harga Melesat
Maruarar Sirait mendorong pengembang dan masyarakat memanfaatkan FLPP demi mengurangi backlog rumah dengan bunga tetap 5 persen.-Foto: Antara-
JAKARTA, Semaraknews.co.id – Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait kembali mendorong percepatan penyaluran rumah subsidi di Jawa Timur. Di tengah masih tingginya angka masyarakat yang belum memiliki rumah, Ara meminta para pengembang terus menambah pasokan hunian lewat skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP).
Ajakan itu disampaikan Ara usai meninjau proyek rumah subsidi Lawang Park Residence di Kabupaten Malang, Rabu malam. Menurutnya, antusiasme pengembang di Jawa Timur menjadi modal penting untuk mempercepat pemenuhan kebutuhan rumah bagi masyarakat.
“Pengembang di Jawa Timur bersemangat menyiapkan rumah untuk rakyat,” kata Ara.
Tak hanya pengembang, Ara juga mengajak masyarakat memanfaatkan program FLPP yang telah disiapkan pemerintah. Menurutnya, tingginya kebutuhan rumah atau backlog hanya bisa ditekan jika masyarakat memanfaatkan fasilitas pembiayaan yang tersedia.
Pemerintah, kata dia, telah memastikan bunga kredit FLPP tetap berada di level 5 persen hingga masa pinjaman berakhir. Tenor kredit bahkan dapat diperpanjang hingga 40 tahun, sementara uang muka cukup mulai 1 persen dari harga rumah.
“Masih banyak backlog masyarakat yang belum memiliki rumah. Saya berharap Bapak Wakil Gubernur Jawa Timur dapat ikut mendorong program ini karena permintaannya pasti sangat tinggi,” ujarnya.
Untuk wilayah perkotaan yang memiliki keterbatasan lahan, pemerintah juga menyiapkan alternatif berupa hunian vertikal bersubsidi dalam bentuk rumah susun. Sementara bagi masyarakat berpenghasilan rendah yang masih menempati rumah tidak layak huni, pemerintah mengandalkan Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) sebagai solusi renovasi rumah.
Dalam kunjungannya, Ara menilai kualitas rumah subsidi di Lawang Park Residence layak diapresiasi. Menurutnya, kondisi bangunan, kualitas air hingga sistem drainase kawasan memenuhi standar yang baik.
“Di sini kualitas airnya bagus. Saya sudah mengecek rumahnya, bagian dalamnya juga bagus, temboknya tebal, lantainya tidak ada yang retak. Saya juga sudah bertanya kepada warga dan kawasan ini tidak mengalami banjir,” katanya.
Salah seorang penghuni Lawang Park Residence bernama Yeni mengaku program FLPP sangat membantu dirinya memiliki rumah dengan harga yang masih terjangkau. Ia mengatakan hanya perlu menyiapkan uang muka Rp1,6 juta untuk membeli rumah seharga Rp166 juta dengan tenor cicilan selama 20 tahun.
BACA JUGA:Emak-emak Kini Bisa Dapat Rp 50.000 per Hari dari Rumah, Cukup Tonton Iklan!
Rumah yang ditempatinya memiliki dua kamar tidur, ruang tamu, kamar mandi, dan dapur.
“Setelah survei, saya menjalani proses BI Checking dan langsung disetujui. Tidak sampai dua bulan kemudian kami sudah akad. Setiap bulan saya membayar angsuran sebesar Rp1.072.000,” ujar Yeni.
Temukan konten semaraknews.co.id menarik lainnya di Google News
- Tag
- Share
-