Tak Masuk Proyek Strategis Nasional, Program 3 Juta Rumah Tetap Jalan Kencang: Maruarar Sirait Tegaskan Tak Surut Sejengkal!
--
SEMARAKNEWS.ID - Meskipun program 3 Juta Rumah untuk rakyat tidak lagi tercantum dalam daftar Proyek Strategis Nasional (PSN), Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait (Ara) memastikan langkahnya tidak akan terhenti.
Ara menegaskan, status non-PSN justru membuka peluang bagi kementeriannya untuk lebih independen dan efisien dalam birokrasi.
“Enggak apa-apa, ya kita tetap jalan aja,” ujar Ara santai namun tegas saat ditemui di Jakarta, Selasa (14/10/2025).
Menurutnya, tidak masuknya program ini dalam daftar PSN bukanlah kemunduran, melainkan momentum untuk membuktikan bahwa program rakyat bisa berdiri di atas kaki sendiri.
Tidak Jadi PSN? Ara Justru Lihat Sebagai Kesempatan
Sebelumnya, keputusan soal status ini tercantum dalam Peraturan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Nomor 16 Tahun 2025 yang diteken Airlangga Hartarto pada 24 September 2025.
Peraturan itu menghapus beberapa proyek lama dari daftar PSN, termasuk program 3 Juta Rumah, yang sejak awal digagas untuk memperluas akses kepemilikan rumah layak bagi masyarakat menengah ke bawah.
Namun, Ara menilai substansi lebih penting daripada status.
“Target besar 3 juta rumah hanya akan tercapai kalau semua kendala birokrasi kita hilangkan, mau PSN atau tidak PSN,” katanya.
Ia menyebut, koordinasi lintas kementerian menjadi kunci, terutama dengan Menteri Keuangan Purbaya Yushi Sadewa, untuk mempercepat jalannya realisasi program.
APBN Jadi Tulang Punggung: 790 Ribu Unit Siap Dibiayai
Salah satu kekuatan utama program ini adalah dukungan kuat dari APBN.
Tahun 2025, pemerintah menyiapkan anggaran untuk pembangunan dan renovasi 490 ribu rumah, sementara tahun 2026 akan meningkat signifikan menjadi 790 ribu unit.
Ara mengungkapkan, sinergi antara Kementerian PKP dan Kementerian Keuangan menjadi bukti bahwa isu perumahan rakyat sudah menjadi prioritas nasional.
“Itu fakta yang saya senang, karena Menteri Keuangan dan kami sudah satu frekuensi soal itu,” ucap Ara.
Walau angka itu belum mencapai target besar 3 juta rumah, dukungan fiskal yang solid menjadi fondasi kuat agar program ini terus berlanjut.
Inovasi Pembiayaan Jadi Kunci: GWM-BI dan KPP Hadir Bantu UMKM
Selain mengandalkan APBN, Maruarar Sirait juga menyiapkan inovasi pembiayaan baru yang belum pernah diterapkan sebelumnya.
Salah satunya adalah Giro Wajib Minimum Bank Indonesia (GWM-BI) dan Kredit Program Perumahan (KPP) — skema pinjaman dengan bunga rendah yang disubsidi negara.
Melalui KPP, pemerintah ingin mendorong kontraktor kecil, pengembang lokal, hingga toko bangunan UMKM agar ikut berperan dalam ekosistem pembangunan rumah rakyat.
“KPP ini untuk mempercepat pembangunan. Kita bantu UMKM agar tidak terhambat modal. Jadi pembangunan bisa merata dan cepat,” jelas Ara.
Dengan strategi ini, Ara yakin program 3 Juta Rumah tidak bergantung sepenuhnya pada kas negara, melainkan juga didukung oleh partisipasi swasta dan sektor perbankan.
Optimisme Ara: “Kita Akan Lari Cepat ke Depan”
Ara menutup pernyataannya dengan nada optimistis.
Baginya, meski tidak berstatus PSN, program 3 Juta Rumah tetap akan menjadi motor penggerak ekonomi rakyat melalui penciptaan lapangan kerja, pergerakan industri bahan bangunan, dan peningkatan daya beli masyarakat.
“Kita tetap inovasi. Karena kalau mengandalkan hanya APBN, tidak mungkin sampai 3 juta. Dengan kolaborasi dan inovasi, saya yakin kita bisa lari cepat ke depan,” pungkasnya.
Temukan konten semaraknews.co.id menarik lainnya di Google News
- Tag
- Share
-