Sekolah Rakyat Diguyur Rp4 Triliun, Mensos Malah Ingatkan Jangan Ada Calo dan Kongkalikong Masuk Gratis
Mensos Gus Ipul menegaskan penerimaan Sekolah Rakyat wajib bebas suap dan kongkalikong. Pemerintah mengalokasikan anggaran Rp4 triliun pada 2026.-Foto: Antara-
“Kami masih terus menghitung, tetapi perkiraannya sekitar Rp3 juta sampai Rp4 juta untuk setiap siswa setiap bulan,” ujarnya.
Anggaran itu dipakai membiayai proses pendidikan sekaligus berbagai layanan pendampingan bagi siswa yang berasal dari keluarga kurang mampu.
Di sisi pembangunan infrastruktur, Gus Ipul mengatakan pemerintah mulai beralih dari penggunaan gedung sementara menuju bangunan permanen. Dari total 166 titik Sekolah Rakyat yang direncanakan, sebanyak 93 gedung permanen telah memasuki tahap pembangunan dengan progres antara 7 persen hingga rampung 100 persen. Selain itu, terdapat 11 lokasi tambahan yang masih menjalani proses lelang ulang.
“Artinya ada 104 lokasi yang saat ini sedang berproses. Pada akhir tahun ini rencananya akan ditambah lagi sekitar 100 pembangunan gedung permanen di berbagai daerah di Indonesia,” katanya.
Khusus di Kabupaten Sragen, ia memberikan apresiasi kepada pemerintah daerah yang berhasil menyediakan lahan sehingga Sekolah Rakyat Terintegrasi I bisa berpindah dari gedung sementara ke bangunan permanen.
“Bangunan ini didirikan menggunakan uang rakyat dan memang dipergunakan untuk membangun Sekolah Rakyat,” tutupnya.
Temukan konten semaraknews.co.id menarik lainnya di Google News
- Tag
- Share
-