Kemarau Tak Main-Main! BMKG Bunyikan Alarm Nasional, Puncak Kekeringan Jatuh di September
BMKG memperingatkan kemarau 2026 lebih kering dari normal. Puncak kemarau diperkirakan Agustus-September dengan ancaman karhutla dan kekeringan meningkat.-Foto: Antara-
Dalam keterangan terpisah, BMKG mengungkapkan kondisi iklim global masih mengarah pada cuaca yang semakin kering di Indonesia. Hal itu ditandai dengan indeks Niño 3.4 dasarian yang telah mencapai +2,26, menunjukkan fenomena El Nino kuat dan masih berpotensi terus menguat.
“Fenomena tersebut berpotensi mengurangi pembentukan awan hujan dan menekan curah hujan di berbagai wilayah,” demikian keterangan Direktorat Meteorologi Publik BMKG.
Pada dasarian pertama Agustus 2026, sekitar 91,43 persen wilayah Indonesia diperkirakan hanya akan menerima curah hujan kategori rendah. Sisanya, sekitar 8,57 persen berada dalam kategori menengah. BMKG bahkan tidak memprakirakan ada wilayah yang mengalami curah hujan kategori tinggi maupun sangat tinggi.
“Kondisi kering mulai memberikan dampak nyata berupa berkurangnya ketersediaan air, meningkatnya jumlah titik panas, serta semakin tingginya risiko kebakaran pada lahan dan vegetasi yang mengering,” demikian bunyi keterangan BMKG.
Temukan konten semaraknews.co.id menarik lainnya di Google News
- Tag
- Share
-