Raffi Ahmad Jadi Jalan Tol Kekuasaan, Dari Menyodorkan Surat Mundur Bos BUMN hingga Berburu Kursi Komisaris

Raffi Ahmad Jadi Jalan Tol Kekuasaan, Dari Menyodorkan Surat Mundur Bos BUMN hingga Berburu Kursi Komisaris

Jejak Raffi Ahmad di lingkar kekuasaan Prabowo disorot, dari urusan bos BUMN, komisaris, hingga perannya sebagai penghubung pejabat.-Foto: Dok. Gerindra.-

Seorang pejabat teras Partai Gerindra mengatakan Mufli dan Barry diangkat sebagai komisaris karena turut membantu pemenangan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka dalam Pilpres 2024. Menurut sumber tersebut, nama keduanya kemudian disodorkan kepada Dony Oskaria pada akhir 2024.

Raffi mengetahui bahwa dua orang dekatnya tersebut akhirnya mendapat posisi komisaris, menurut sumber yang sama.

Raffi membantah dirinya ikut campur dalam pengisian kursi komisaris BUMN. Ia mengatakan perannya hanya sebatas membuka akses kepada penyelenggara negara yang dikenalnya.

BACA JUGA:Isu Kerusuhan Jelang HUT RI Mencuat, Mensesneg Lempar Bola Pengamanan ke TNI-Polri

“Seolah-olah saya makelar jabatan,” tuturnya.

Raffi juga mengklaim isu mengenai komisaris BUMN tersebut sengaja digoreng karena dirinya tengah mempersiapkan penawaran umum perdana saham atau IPO PT RANS Entertainment Indonesia Tbk.

“Saya enggak pernah cawe-cawe apa pun,” kata Raffi.

Julukan Sultan Andara yang melekat pada Raffi, merujuk pada kompleks rumahnya di Cinere, Depok, Jawa Barat, rupanya tidak otomatis membuat dirinya kebal dari tudingan sebagai pemain di balik layar. Justru kedekatannya dengan sejumlah pejabat membuat namanya terus muncul dalam berbagai urusan perusahaan negara.

Dony Oskaria membantah anggapan bahwa kursi direksi dan komisaris BUMN dibagikan dengan mekanisme asal kenal atau asal dekat.

Menurut dia, terdapat proses seleksi dalam penjaringan anggota direksi dan komisaris BUMN. Setiap kandidat harus melewati asesmen kompetensi dasar, wawancara, hingga pelacakan profil oleh lembaga telik sandi.

“Seleksinya transparan dan berlapis,” ujar Dony melalui jawaban tertulis pada Jumat, 10 Juli 2026.

BACA JUGA:Bareskrim Gerebek Industri Vape Etomidate di Kemang, 3 Pelaku Serta Barang Bukti 141 Cartridge telah Diamankan 

Meski demikian, Dony mengakui Danantara menerima usulan nama calon komisaris dari berbagai kalangan, termasuk politikus dan perwakilan pemerintah. Setelah itu, Danantara mempertimbangkan keberagaman kandidat sekaligus kebutuhan organisasi.

Di tengah polemik tersebut, Danantara disebut tengah meninjau kembali latar belakang sejumlah komisaris yang diduga memiliki hubungan dengan Raffi.

Seorang kolega Rosan Perkasa Roeslani, yang kini menjabat CEO Danantara, mengatakan Rosan telah mengidentifikasi sedikitnya enam pejabat yang ditengarai memiliki hubungan dengan Raffi. Posisi mereka disebut akan ditinjau ulang oleh jajaran eksekutif Danantara.

Temukan konten semaraknews.co.id menarik lainnya di Google News

Tag
Share
Berita Lainnya