Raffi Ahmad Jadi Jalan Tol Kekuasaan, Dari Menyodorkan Surat Mundur Bos BUMN hingga Berburu Kursi Komisaris
Jejak Raffi Ahmad di lingkar kekuasaan Prabowo disorot, dari urusan bos BUMN, komisaris, hingga perannya sebagai penghubung pejabat.-Foto: Dok. Gerindra.-
Ia kemudian mengajak selebritas Angling Gading Gumilang atau Gading Marten dan Nazril Irham atau Ariel Noah untuk ikut menyuarakan program tersebut melalui media sosial.
Raffi mengklaim tidak menerima honorarium dari kegiatan tersebut. Ia bahkan mengatakan biaya perjalanan ke sejumlah daerah ditanggung sendiri.
“Saya nombok,” ujar Raffi.
Menurut Raffi, keterlibatannya membantu kementerian merupakan bagian dari instruksi Presiden Prabowo. Ia mengaku mendapat mandat untuk ikut menyukseskan pemerintahan Prabowo-Gibran, termasuk membantu mengatasi hambatan komunikasi pemerintah dan menyebarkan capaian kerja pemerintah kepada publik.
Seluruh kegiatan tersebut, kata Raffi, dilaporkan kepada Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi dan Sekretaris Kabinet Letnan Kolonel Teddy Indra Wijaya.
“Sebulan sekali bertemu,” tuturnya.
Jauh sebelum menjadi Utusan Khusus Presiden, Raffi bahkan disebut nyaris masuk Kabinet Merah Putih.
Pada September 2025, ketika Prabowo melakukan reshuffle, seorang anggota Kabinet Merah Putih, seorang mantan menteri, serta seorang petinggi Partai Gerindra yang dekat dengan Presiden menuturkan bahwa Prabowo sempat hendak menunjuk Raffi menggantikan Menteri Pemuda dan Olahraga Ario Bimo Nandito Ariotedjo atau Dito Ariotedjo.
Saat itu, nama Dito dikaitkan dengan kasus korupsi kuota haji di Kementerian Agama yang menyeret ayah mertuanya, Fuad Hasan Masyhur.
Tiga narasumber yang dekat dengan Raffi mengatakan Presiden bahkan sempat mencari keberadaan Raffi di Jakarta menjelang tenggat penentuan menteri.
Masalahnya, Raffi sedang berada di Singapura untuk mengantar anggota keluarganya berobat.
Prabowo kemudian menghubungi Raffi melalui sambungan telepon dan memintanya masuk kabinet. Raffi meminta waktu untuk mempertimbangkan tawaran tersebut karena sedang merawat anggota keluarga batihnya.
Mendengar alasan itu, Prabowo meminta Raffi fokus terlebih dahulu pada pemulihan keluarganya.
Tiga kolega Raffi mengatakan sebenarnya ada keraguan dalam diri Raffi untuk menjadi pejabat publik yang memegang anggaran. Ia disebut khawatir terhadap risiko hukum maupun maladministrasi yang bisa muncul di kemudian hari.
Raffi sendiri mengatakan dirinya tidak pernah menolak permintaan Presiden. Ia hanya mengaku mendengar kabar bahwa Prabowo hendak memilihnya sebagai salah satu menteri.
Temukan konten semaraknews.co.id menarik lainnya di Google News
- Tag
- Share
-