Gajah Sumatra Lagi Musth, Bukan Sakit, Tapi Bisa Mengamuk dan Membahayakan Nyawa
Musth membuat hormon testosteron gajah sumatra jantan melonjak hingga 7 kali lipat dan memicu perilaku agresif yang berisiko fatal.-Foto: Antara-
JAKARTA, Semaraknews.co.id — Gajah sumatra punya fase hidup yang bagi manusia mungkin terdengar seperti sedang kehilangan kendali. Namanya musth, fase agresi reproduksi pada gajah jantan yang ditandai lonjakan hormon testosteron dan perubahan perilaku secara drastis.
Guru Besar Fakultas Peternakan IPB University yang membidangi genetika ekologi, Ronny Rachman Noor, mengatakan kadar testosteron gajah jantan dalam fase musth bisa meningkat hingga lima sampai tujuh kali lipat. Kondisi itu membuat gajah menjadi jauh lebih agresif dibanding biasanya.
Musth umumnya berlangsung selama beberapa pekan hingga berbulan-bulan. Namun, durasinya bisa lebih panjang ketika gajah merasa habitatnya terganggu. Dalam kondisi tersebut, gajah jantan bisa menjadi lebih sulit mengendalikan perilakunya.
“Gajah sumatra yang mengalami musth sering menyerang jantan lain dan tampak kesulitan mengendalikan diri,” kata Ronny melalui keterangan tertulis, Kamis, 13 Agustus 2026.
Saat testosteron sedang naik-naiknya, urusan reproduksi juga menjadi prioritas. Gajah jantan akan lebih aktif mencari betina sekaligus menunjukkan dominasi terhadap anggota kelompok lainnya.
Perubahan perilakunya cukup mudah diamati. Gajah bisa terlihat lebih gelisah, sering mengibaskan telinga dan mengangkat kepala. Bukan sekadar gaya-gayaan khas gajah, perilaku tersebut merupakan bagian dari perubahan emosional yang menyertai fase musth.
BACA JUGA:Tambang Dikeruk, Rakyat Cuma Kebagian Debu, Megawati Sentil Keserakahan Penguasa SDA
“Menunjukkan perubahan emosi yang signifikan,” ucap Ronny.
Gajah sumatra jantan biasanya mulai menunjukkan tanda-tanda musth ketika berusia 15 hingga 20 tahun, atau saat mulai matang secara seksual. Gejala serupa sebenarnya dapat muncul lebih dini pada usia 10 hingga 15 tahun, tetapi intensitasnya cenderung lebih ringan.
Musth mencapai intensitas paling tinggi ketika gajah jantan berada pada usia 25 hingga 40 tahun. Periode tersebut merupakan masa puncak reproduksi. Setelah melewati usia 45 tahun, intensitas musth secara bertahap menurun.
Musth Bukan Penyakit
Ronny menegaskan bahwa musth bukan penyakit. Kondisi tersebut merupakan fase fisiologis normal yang dialami gajah jantan dewasa. Masalahnya, kombinasi lonjakan hormon dan perilaku agresif dapat berubah menjadi persoalan serius jika tidak dikelola dengan baik.
Risiko terbesar adalah cedera akibat perilaku agresif. Gajah sumatra juga disebut lebih sering mengalami musth dibandingkan gajah afrika, sehingga pengelolaan fase tersebut menjadi bagian penting dalam perawatan dan konservasi.
Dalam kondisi tertentu, perilaku agresif yang tidak terkendali dapat berujung pada komplikasi yang mengancam nyawa. Karena itu, penanganannya tidak cukup dengan sekadar menunggu si gajah kembali kalem setelah hormon turun.
Temukan konten semaraknews.co.id menarik lainnya di Google News
- Tag
- Share
-