Mantan Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto Ubah Tombo Ati Jadi Pesan Melawan Ketidakadilan Publik
Mantan Ketua BEM UGM Ubah Tombo Ati Jadi Pesan Melawan Ketidakadilan Publik--Istimewa
SEMERAKNEWS.CO.ID - Mantan Ketua BEM UGM 2025 Tiyo Ardianto menyampaikan kritik terhadap pemerintah dengan cara yang tidak biasa. Saat berorasi bersama Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) di Kabupaten Pati, Jawa Tengah, ia melantunkan versi Tombo Ati Tiyo Ardianto di hadapan massa.
Lagu tersebut muncul di tengah penyampaian aspirasi. Melodi yang sudah dikenal masyarakat membuat suasana aksi berubah, tetapi pesan politik di dalamnya tetap kuat. Melalui lagu Tombo Ati, Tiyo menyisipkan ajakan agar rakyat berani menghadapi ketidakadilan dan kezaliman.
Dalam orasi yang dikutip dari unggahan Instagram Info Politik serta akun Tiyo Ardianto, ia menyerukan agar masyarakat tidak takut kepada siapa pun. Seruan itu ditujukan kepada rakyat agar tidak gentar menghadapi presiden, gubernur, bupati, wakil rakyat, maupun aparat. Pesan perlawanan terhadap kezaliman disampaikan lewat nada yang lebih dekat dengan keseharian publik.
BACA JUGA:Prabowo Masih Ragu ke NTT Meski Sudah 50 Nyawa Melayang, Menteri Dikirim Duluan
Tiyo tidak memilih pidato panjang sebagai satu-satunya cara menyampaikan kritik. Ia memanfaatkan lagu yang akrab di telinga masyarakat sebagai medium komunikasi. Strategi tersebut membuat orasi Tiyo Ardianto terasa lebih mudah diikuti massa, sekaligus memberi warna berbeda pada aksi yang sebelumnya dipenuhi penyampaian tuntutan.
Respons massa menjadi bagian penting dari momen tersebut. Aksi yang semula berlangsung dalam suasana tegang berubah lebih cair ketika lagu dinyanyikan. Namun, perubahan atmosfer itu tidak menghapus substansi kritik. Pesan tentang keberanian warga menghadapi ketidakadilan tetap menjadi inti aksi AMPB di Pati.
Penggunaan lagu populer dalam orasi memperlihatkan bagaimana pesan sosial dapat disampaikan melalui bentuk yang sederhana. Dalam konteks kritik pemerintah, Tiyo menggabungkan simbol budaya yang dikenal publik dengan seruan agar masyarakat berani menyuarakan pandangan.
BACA JUGA:47 Nyawa Melayang usai Gempa NTT, Pemerintah Tetapkan Status Darurat 2 Minggu
Sumber berita tidak merinci lirik lengkap versi yang dinyanyikan, sehingga isi artikel ini hanya memuat pesan yang telah diatribusikan dalam laporan. Dengan pendekatan itu, Tombo Ati tidak hanya menjadi selingan, tetapi juga jembatan untuk menghubungkan bahasa aksi dengan pengalaman masyarakat sehari-hari.
Cara tersebut turut membuat pesan aksi Pati lebih mudah diingat oleh massa yang hadir. Sumber yang dirujuk tidak menyebut adanya perubahan tuntutan setelah lagu dinyanyikan. Pesan utamanya tetap berupa ajakan keberanian.
Temukan konten semaraknews.co.id menarik lainnya di Google News
- Tag
- Share
-