AI Bikin Rakus Lahan, JLL Bongkar 80 Persen Permintaan Kawasan Industri untuk Data Center

AI Bikin Rakus Lahan, JLL Bongkar 80 Persen Permintaan Kawasan Industri untuk Data Center

JLL Indonesia mencatat 80 persen permintaan lahan industri berasal dari proyek data center seiring pesatnya pertumbuhan AI dan kebutuhan listrik.-Foto: Antara-

Pada kuartal II 2026, JLL mencatat tambahan pasokan lahan baru sekitar 7,55 hektare. Sementara permintaan lahan pada periode yang sama mencapai sekitar 3,56 hektare.

“Selain manufaktur, kontributor utamanya jelas yang berkaitan dengan tembaga dan pertambangan, tetapi permintaan kedua terbesar adalah jasa lainnya atau pusat data,” tuturnya.

Permintaan sektor industri dan logistik juga masih ditopang oleh penanaman modal asing atau foreign direct investment (FDI). Farazia menyebut porsi FDI di sektor manufaktur mencapai 50 persen.

Pertumbuhan FDI pada kuartal II 2026 pun tercatat melesat 7 persen secara tahunan. Dengan demikian, ketika manufaktur, pertambangan, tembaga, dan terutama data center sama-sama berebut ruang, kawasan industri Indonesia tampaknya sedang menghadapi persoalan baru. Bukan lagi soal ada investor atau tidak, tetapi siapa yang paling cepat mendapatkan lahan, listrik, dan infrastruktur untuk membangun industrinya.

Temukan konten semaraknews.co.id menarik lainnya di Google News

Tag
Share
Berita Lainnya