Karier Tentara Marak Titip Nama, Gatot Nurmantyo Sentil Meritokrasi TNI, Mabes Bilang Sudah Dijalankan
Gatot Nurmantyo mengkritik meritokrasi TNI dan mengingatkan bahaya kedekatan politik. Mabes TNI menyebut masukan itu sudah dijalankan.-Foto: Antara-
Karier Teddy memang melaju cukup kencang sejak menjadi ajudan Prabowo ketika masih menjabat Menteri Pertahanan. Ia disebut naik pangkat dari mayor menjadi letnan kolonel dalam waktu sekitar 20 bulan. Pada periode yang sama, Teddy juga sempat menduduki posisi Wakil Komandan Yonif 328/Dirgahayu.
Kenaikan pangkat tersebut kemudian menjadi sorotan lantaran terjadi setelah sekitar 14 tahun masa dinas. Pada saat itu, Teddy juga disebut belum menempuh pendidikan sekolah komando angkatan.
Di sinilah persoalan meritokrasi menjadi lebih dari sekadar istilah keren yang cocok dipajang dalam seminar. Bagi prajurit yang sedang meniti karier, meritokrasi menentukan apakah kemampuan, pengalaman, dan profesionalisme benar-benar menjadi tiket utama menuju jabatan atau justru ada karpet merah lain yang lebih empuk.
TNI mengatakan masukan Gatot sudah dijalankan. Namun, kritik tentang meritokrasi menunjukkan bahwa yang dipertaruhkan bukan hanya soal siapa naik pangkat dan siapa mendapat jabatan. Lebih jauh dari itu, publik ingin memastikan bahwa institusi yang diberi mandat menjaga kedaulatan negara tidak kehilangan standar profesionalismenya gara-gara kedekatan, kepentingan politik, atau jalur khusus yang tidak tercantum dalam buku pedoman.
Temukan konten semaraknews.co.id menarik lainnya di Google News
- Tag
- Share
-