Api Lahap 300 Meter Persegi TPSA Bojong Canar, Warga Ungkap Dugaan Kebakaran di Pandeglang

Api Lahap 300 Meter Persegi TPSA Bojong Canar, Warga Ungkap Dugaan Kebakaran di Pandeglang

Api Lahap 300 Meter Persegi TPSA Bojong Canar, Warga Ungkap Dugaan Kebakaran di Pandeglang--Instagram BPBD Pandeglang

SEMERAKNEWS.CO.ID - Kebakaran melanda Tempat Pembuangan Sampah Akhir atau TPSA Bojong Canar di Kampung Tanjungrasa, Desa Karyautama, Kecamatan Cikedal, Kabupaten Pandeglang. Api menghanguskan lahan sekitar 200 hingga 300 meter persegi.

Kebakaran Pandeglang tersebut tidak sampai menjalar ke permukiman warga. Jarak TPSA dari rumah penduduk cukup jauh dan area lokasi terhalang kebun, sehingga kobaran api dapat ditangani sebelum mencapai kawasan tempat tinggal masyarakat.

BACA JUGA:Kabut Asap Karhutla Merebak, Tercatat dalam Sepekan 515 Masyarakat Terdampak Kasus ISPA

Camat Cikedal Rosad mengatakan api berhasil dipadamkan petugas pemadam kebakaran dengan bantuan dua unit mobil pemadam. Menurut dia, petugas langsung melakukan penanganan setelah kebakaran TPSA Bojong Canar diketahui pada malam hari.

Informasi dari warga menyebut api diduga bermula dari sisa pembakaran sampah yang ditinggalkan. Kondisi musim kemarau dan tiupan angin kencang kemudian diduga membuat api lebih mudah merambat ke tumpukan sampah lain di sekitar lokasi.

Kepala Bidang Pemadam Kebakaran BPBD Pandeglang Hidayatullah menjelaskan, titik api muncul pada Selasa, 25 Agustus 2026, sekitar pukul 20.00 WIB. Petugas segera dikerahkan setelah menerima laporan dan baru berhasil mengendalikan api sekitar pukul 05.00 WIB pada keesokan harinya.

BACA JUGA:Viral! Video Diduga Meteor Jatuh di Tol Ciperna Cirebon, Picu Kebakaran! Begini Kata LAPAN

Luas keseluruhan TPSA Bojong Canar mencapai sekitar 1,7 hektare. Bagian yang terbakar berada di area yang berdekatan dengan kebun masyarakat, tetapi masih jauh dari permukiman. Dalam penanganan kebakaran Pandeglang itu, petugas mengoperasikan dua mobil pemadam dan tiga mobil tangki air.

Kobaran api membutuhkan waktu sekitar empat jam untuk dikendalikan hingga benar-benar padam. Peristiwa ini kembali menunjukkan bahwa pembakaran terbuka, sisa bara, dan kondisi kering dapat meningkatkan risiko kebakaran di area pengelolaan sampah, meski dugaan penyebab dalam kasus ini masih berdasarkan informasi awal.

Pemerintah kecamatan dan petugas pemadam memastikan penanganan dilakukan di area yang dekat dengan kebun, sementara jaraknya dari permukiman membantu mengurangi risiko terhadap rumah warga. Setelah api padam, kondisi lokasi tetap perlu diperhatikan karena material sampah dan sisa pembakaran dapat menyimpan bara, terutama saat cuaca kering dan angin kembali bertiup.

BACA JUGA:Prabowo Turun ke Riau, Karhutla Belum Kelar: Api Dipadamkan, Sistem Jangan Ikut Mati

Pemantauan lanjutan juga penting untuk memastikan tidak ada titik api yang kembali muncul di antara tumpukan sampah. Petugas juga perlu memastikan bara tidak menyebar ke area sekitar.

Temukan konten semaraknews.co.id menarik lainnya di Google News

Tag
Share
Berita Lainnya