Begini Modus Perekrutan 8 WNI Jadi Tentara Rusia
Delapan WNI diduga direkrut jadi tentara Rusia lewat tawaran kerja bergaji besar. Pemerintah masih mengusut modus dan status kewarganegaraan mereka.-Foto: AFU-
JAKARTA, Semaraknews.co.id — Delapan warga negara Indonesia diduga masuk ke barisan militer Rusia setelah tergiur tawaran pekerjaan bergaji besar. Modusnya terdengar seperti lowongan kerja biasa, mulai dari satuan pengamanan sampai tenaga administrasi. Bedanya, ujung-ujungnya bukan duduk di kantor, melainkan menjadi tentara.
Informasi yang diterima pemerintah menyebut perekrut memanfaatkan negara pihak ketiga untuk menawarkan pekerjaan tersebut. Setelah para WNI mendaftar, mereka diduga dikirim untuk bergabung dengan militer Rusia.
Masalahnya, siapa yang merekrut dan seberapa jauh para WNI mengetahui tujuan sebenarnya dari tawaran tersebut masih menjadi teka-teki. Pemerintah masih menelusuri identitas perekrut, negara yang menjadi perantara, isi tawaran pekerjaan, hingga apakah kedelapan WNI itu sejak awal sudah tahu bahwa pekerjaan yang ditawarkan akan berujung pada dinas militer Rusia.
Menteri Koordinator Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi, dan Pemasyarakatan Yusril Ihza Mahendra mengatakan pemerintah masih melakukan verifikasi terhadap identitas, status kewarganegaraan, proses perekrutan, serta bentuk keterlibatan masing-masing WNI.
“Yang harus dipastikan adalah siapa orangnya, bagaimana proses perekrutannya, apa yang ditawarkan kepada mereka, dan apakah benar mereka kemudian masuk ke dalam dinas militer Rusia,” kata Yusril dalam keterangan tertulis, Rabu, 2 September 2026.
BACA JUGA:Gempa NTT Belum Usai, 114 Murid Belajar di Tenda: Sekolah Retak, Trauma Mengintai
Sebelumnya, Dinas Intelijen Luar Negeri Ukraina atau Foreign Intelligence Service of Ukraine mengklaim memiliki sejumlah dokumen mengenai perekrutan delapan WNI. Mereka adalah Yuda Putra Pratama, Haryanto Dwi Kencana, Erwanda, Ngangun Hudri Fadli, Muhammad Syaripudin, M. Hadi Maulana, Wahyu Oktavian Iskandar, dan Helmi Nuraha Hakim.
Dari informasi yang beredar, tawaran pekerjaan diduga menjadi pintu masuknya. Para calon pekerja tidak serta-merta diberi tahu bahwa tujuan akhirnya adalah menjadi tentara. Namun sejauh ini pemerintah Indonesia belum membeberkan secara rinci bagaimana proses tersebut berjalan sampai kedelapan WNI itu akhirnya disebut masuk ke militer Rusia.
Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Sufmi Dasco Ahmad mengatakan informasi dari otoritas intelijen Indonesia menunjukkan bahwa perekrutan dilakukan melalui negara pihak ketiga. Lowongannya pun dibuat seolah-olah pekerjaan sipil biasa.
“Jadi kami mendapatkan informasi dari otoritas intelijen kita bahwa perekrutan tentara itu dilakukan oleh negara pihak ketiga yang membuat seolah-olah itu adalah lowongan satuan pengamanan ataupun tenaga administrasi yang diiming-imingi gaji besar,” kata Dasco di Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa, 1 September 2026.
Menurut Dasco, para WNI kemudian mendaftar melalui tawaran tersebut sebelum dikirim untuk menjadi tentara. Ia belum mengungkap negara pihak ketiga maupun siapa aktor yang menjalankan perekrutan.
Klaim mengenai modus serupa juga disampaikan intelijen Ukraina. Menurut mereka, para perekrut menawarkan bayaran tinggi, pekerjaan non-tempur, percepatan mendapatkan kewarganegaraan Rusia, hingga berbagai tunjangan sosial.
BACA JUGA:MBG Lagi-Lagi Bikin Geger, 566 Orang Diduga Keracunan di Sidoarjo, 88 Masih Dirawat
Masalahnya, orang yang menerima tawaran tersebut disebut kerap tidak mengetahui ke mana mereka nantinya akan dikirim. Wakil Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia Christina Aryani mengatakan informasi yang diterimanya juga mengarah pada iklan pekerjaan sebagai pintu masuk perekrutan.
Temukan konten semaraknews.co.id menarik lainnya di Google News
- Tag
- Share
-