Anggaran MBG Mau Dipangkas di Bawah Rp200 Triliun, 6 Juta Penerima Ternyata Cuma Ada di Data?
Anggaran MBG 2027 berpeluang dipangkas di bawah Rp200 triliun setelah BGN menemukan 6 juta data penerima ganda dan melakukan efisiensi.-Foto: Antara-
“Ini setelah kita mutakhirkan pakai NIK, itu kemudian kita bisa saring ada 6 juta orang yang kemudian ternyata berkurang. Dengan berkurang kan artinya anggarannya berkurang,” ujarnya.
Selain membereskan data penerima yang dobel, BGN juga mengevaluasi penerima manfaat dari sekolah swasta yang dinilai masuk kategori elite. Penyisiran terhadap dapur MBG pun masih dilakukan untuk memastikan dapur yang tercatat aktif memang benar-benar memasak dan menyalurkan makanan.
Sudaryono mengatakan efisiensi masih mungkin dilakukan jika ditemukan data maupun kegiatan yang tidak sesuai. Karena itu, dia tidak menutup peluang anggaran MBG 2027 ditekan hingga di bawah Rp200 triliun.
“Kalau misalnya efisiensi kan bisa. Jadi 2.000 itu tambah efisien lagi. Sudah hitungannya berapa belas triliun,” katanya.
Wacana memangkas anggaran MBG tersebut juga mendapat sinyal dari Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. Ia mengatakan pemerintah tengah mempertimbangkan efisiensi anggaran MBG hingga berada di bawah Rp200 triliun per tahun.
“Saya sudah bicara dengan Kepala BGN yang baru. Sepertinya bisa dibuat lebih efisien lagi di bawah Rp200 triliun,” ujar Purbaya di Jakarta, seperti dilansir Antara pada Kamis, 3 September 2026.
Jadi, sebelum negara kembali menggelontorkan ratusan triliun rupiah untuk program makan gratis, pekerjaan rumahnya ternyata bukan cuma soal menu dan dapur. Data penerima juga harus dibereskan. Sebab kalau enam juta nama bisa hilang setelah NIK dipakai untuk menyisir data, yang perlu ditanya bukan cuma berapa besar anggaran MBG, tetapi sejak awal uang sebanyak itu dihitung berdasarkan data yang seperti apa.
Temukan konten semaraknews.co.id menarik lainnya di Google News
- Tag
- Share
-