Viral Tren Grooming Pria Cukur Bulu Mata demi Tampil Maskulin, Dokter Ungkap Risiko Fatal bagi Mata
Viral Tren Grooming Pria Cukur Bulu Mata demi Tampil Maskulin, Dokter Ungkap Risiko Fatal bagi Mata-ChatGPT-
SEMERAKNEWS.CO.ID - Sejumlah pria di media sosial mulai memangkas bulu mata karena menganggap tampilan yang lebih pendek akan membuat mereka terlihat maskulin. Tren grooming tersebut muncul dari anggapan bahwa bulu mata panjang dan tebal lebih identik dengan penampilan feminin.
Video yang beredar memperlihatkan sebagian pria menggunakan gunting, alat cukur, atau perangkat grooming lain untuk memotong bulu mata. Bahkan, ada laporan mengenai barber yang diminta melakukan perawatan tidak biasa itu.
Padahal, bulu mata pria maupun wanita memiliki fungsi biologis yang sama. Panjang dan ketebalannya berbeda secara alami pada setiap orang. Anggapan bahwa bulu mata panjang hanya cocok untuk perempuan lebih berkaitan dengan konstruksi budaya, bukan aturan kesehatan atau biologi.
Dokter mata dari Cleveland Clinic, Dr Nicole Trovato, menjelaskan bahwa bulu mata merupakan bagian dari sistem perlindungan mata. Rambut kecil tersebut membantu menghalangi debu dan kotoran agar tidak langsung mencapai permukaan mata.
Bentuk bulu mata yang melengkung juga membantu mengarahkan keringat dan iritan menjauh dari mata. Ketika sesuatu menyentuh bulu mata, tubuh dapat memicu refleks berkedip sehingga kelopak menutup dengan cepat.
Memotong bulu mata tidak otomatis menghilangkan refleks berkedip. Namun, risiko cukur bulu mata tetap perlu diperhatikan karena perlindungan fisik dari debu dan kotoran dapat berkurang. Dokter juga mengingatkan kemungkinan iritasi dan peradangan pada kelopak.
Dr Nicole Bajic dari Cleveland Clinic Cole Eye Institute menambahkan bahwa bulu mata membantu menjaga kelembapan mata. Keberadaannya dapat mengurangi penguapan air mata dan membantu mempertahankan lapisan air mata pada permukaan mata.
Jika dipotong terlalu pendek, mata berpotensi lebih mudah terasa kering atau gatal, terutama ketika terpapar debu dan udara kering. Risiko paling serius muncul ketika alat tajam bergerak terlalu dekat dengan kelopak atau kornea.
Bulu mata biasanya dapat tumbuh kembali dalam waktu sekitar enam hingga 10 minggu. Namun, trauma berulang, peradangan, atau infeksi dapat mengganggu proses pertumbuhannya.
Selama masa pertumbuhan, penggunaan kacamata hitam lebih sering dapat membantu memberi perlindungan tambahan. Meski demikian, langkah paling aman adalah tidak memangkas bulu mata sendiri dan berkonsultasi dengan dokter mata jika muncul iritasi atau gangguan penglihatan.
Temukan konten semaraknews.co.id menarik lainnya di Google News
- Tag
- Share
-