Delapan Orang Hilang di Selat Sunda, 5 Jurnalis Kejar Berita Gunung Anak Krakatau Malah Dicari SAR

Delapan Orang Hilang di Selat Sunda, 5 Jurnalis Kejar Berita Gunung Anak Krakatau Malah Dicari SAR

Delapan orang termasuk lima jurnalis hilang di Selat Sunda saat meliput Gunung Anak Krakatau. Tim SAR gabungan kembali melakukan pencarian.-Foto: Dok. Istimewa-

“Pencarian akan kami evaluasi secara berkala dengan mempertimbangkan kondisi cuaca, arus, serta perkembangan informasi di lapangan,” ujar Al Amrad yang memantau langsung proses pencarian dari Pos Pantau Gunung Anak Krakatau.

Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten juga meminta masyarakat, nelayan, serta pengguna jasa transportasi laut ikut membantu dengan memberikan informasi apabila menemukan tanda-tanda keberadaan speedboat ataupun delapan orang yang tengah dicari.

Gunung Anak Krakatau Masih Erupsi

Di tengah operasi pencarian, Gunung Anak Krakatau juga belum benar-benar selesai membuat situasi rumit. Kepala Pos Pengamatan Gunung Anak Krakatau Pasauran, M. Nugraha Kartadinata, mengatakan aktivitas erupsi bertipe strombolian masih berlangsung.

Erupsi tersebut berpotensi melontarkan abu vulkanik dan material batuan dengan jangkauan lebih dari dua kilometer. Karena itu, wilayah sekitar gunung api bukan tempat yang cocok untuk sekadar penasaran melihat erupsi dari dekat.

“Karena itu, kami merekomendasikan agar tidak ada aktivitas warga dalam radius tiga kilometer,” ujar Nugraha. Ia juga meminta wisatawan dan masyarakat umum menjauhi zona bahaya tersebut.

Di sisi lain, Merdeka.com terus berkoordinasi dengan Basarnas untuk mengikuti perkembangan pencarian jurnalis mereka yang hilang kontak ketika sedang menjalankan tugas jurnalistik.

Merdeka.com mengapresiasi kerja seluruh unsur yang terlibat dalam operasi SAR dan berharap pencarian dilakukan semaksimal mungkin dengan koordinasi yang baik.

“Keselamatan jurnalis menjadi prioritas utama Merdeka.com. Oleh karena itu, kami terus berkomunikasi dengan Basarnas dan pihak-pihak terkait untuk mendapatkan perkembangan terbaru mengenai proses pencarian,” tulis Merdeka.com dalam siaran pers pada Rabu, 9 September 2026.

Merdeka.com juga meminta semua pihak tidak ikut memperkeruh keadaan dengan menyebarkan informasi maupun spekulasi yang belum terverifikasi mengenai kondisi para jurnalis ataupun perkembangan operasi pencarian.

Untuk sementara, berita yang paling penting bukan lagi soal bagaimana Gunung Anak Krakatau meletus. Ada delapan orang yang belum diketahui keberadaannya dan masih dicari. Lima di antaranya berangkat membawa alat jurnalistik untuk meliput bencana, tetapi kini justru harus ditemukan oleh tim penyelamat.

Temukan konten semaraknews.co.id menarik lainnya di Google News

Tag
Share
Berita Lainnya