Jokowi Belum Pensiun dari Panggung Dunia, Undangan Forum Global Terus Berdatangan

Jokowi Belum Pensiun dari Panggung Dunia, Undangan Forum Global Terus Berdatangan

Jokowi masih diundang bicara di forum global setelah lengser. Kehadirannya di Penang Peace Dialogue memicu sorotan pengaruh internasional.-Foto: Tangkapan layar Youtube/Bloomberg New Economy-

JAKARTA, Semaraknews.co.id — Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim punya alasan untuk tidak menemui Joko Widodo ketika mantan presiden Indonesia itu bertandang ke Penang. Bukan karena hubungan kedua negara sedang renggang, melainkan karena Anwar harus menghadiri Pameran Pertanian, Hortikultur, dan Agropelancongan Malaysia atau MAHA 2026.

Lewat sambungan telepon pada Ahad pagi, 6 September 2026, Anwar menyampaikan permintaan maaf kepada Jokowi yang tengah menghadiri Penang Peace Dialogue 2026. Anwar mengaku menghubungi sahabat lamanya itu sebelum berangkat menuju agenda pertanian tersebut.

“Pagi ini, sebelum menuju MAHA 2026, saya menghubungi sahabat lama yang juga mantan Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, yang kini berada di Pulau Pinang,” kata Anwar melalui akun Instagram miliknya, @anwaribrahim_my, pada Ahad, 6 September 2026.

Anwar menegaskan bahwa hubungan Malaysia dan Indonesia bukan sekadar perkara dua negara bertetangga. Keduanya, kata dia, merupakan bangsa serumpun yang disatukan sejarah, budaya, dan persaudaraan. Kalimat yang terdengar manis, sebagaimana lazimnya pernyataan diplomatik ketika seorang pemimpin negara tak sempat bertemu pemimpin negara lain.

“Amanah dan kedudukan boleh silih berganti, tapi persahabatan dan rasa hormat akan terus kekal,” ujar Anwar.

Jokowi juga menyampaikan terima kasih atas sambutan dan perhatian yang diterimanya selama berada di Penang. Melalui akun Instagram @jokowi, dia menyebut Penang Peace Dialogue sebagai ruang untuk bertemu, bertukar pandangan, dan mendengarkan berbagai perspektif mengenai tantangan dunia.

BACA JUGA:Papua Berdarah Lagi, PGI Murka! Sembilan Perempuan Disandera, Tiga ASN Ditembak

Forum tersebut diselenggarakan Commonwealth of World Chinatowns atau CWC di George Town, Penang, pada 5-6 September 2026. Ketua Menteri Penang Chow Kon Yeow turut membuka rangkaian acara bersama Jokowi. Sejumlah tokoh lain hadir sebagai pembicara, termasuk Wakil Presiden Centre for China and Globalisation Victor Gao dan mantan Duta Besar Singapura untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa, Kishore Mahbubani.

CWC merupakan wadah yang terinspirasi sejarah kawasan Pecinan di Penang dan Singapura. Inisiatif ini mengeksplorasi konteks multikultural kedua kota serta hubungan sejarahnya dengan Cina, Asia, dan dunia yang lebih luas.

Forum perencanaan perdana CWC berlangsung pada Juli 2024. Proyek ini mengusung pertukaran pengetahuan, bahasa, sains, dan seni, sembari menyoroti hubungan antara modernitas dan transisi pascakolonial. Melalui jaringan global kawasan Pecinan dan wilayah lain, CWC ingin mendorong pembelajaran lintas etnis dan lintas budaya sekaligus memperluas cakrawala pengetahuan manusia.

Di forum itulah Jokowi kembali tampil sebagai pembicara internasional setelah tak lagi menjadi Presiden RI. Dalam pidatonya pada Ahad, 6 September 2026, mantan Wali Kota Solo itu menyerukan perlunya membangun PBB 2.0. Alasannya, tantangan global semakin rumit, sementara konflik antarnegara kian saling berkaitan dan melintasi batas wilayah.

Jokowi mengatakan tidak ada negara yang bisa berhasil sendirian, tidak ada bangsa yang dapat makmur dalam konflik, dan tidak ada perdamaian yang bisa dibangun tanpa kepercayaan. Sebuah pesan yang cukup masuk akal, meskipun dunia internasional tentu tidak kekurangan pidato tentang perdamaian.

“Kemakmuran yang berkelanjutan hanya dapat dicapai ketika setiap negara memilih perdamaian daripada konflik, kerja sama daripada persaingan, dan kolaborasi daripada perpecahan,” kata Jokowi di Penang, dikutip dari laporan Antara.

BACA JUGA:Kantor SAR Jakarta Turunkan Kapal Antasena, Pencarian 5 Jurnalis dan 3 ABK Diperluas

Temukan konten semaraknews.co.id menarik lainnya di Google News

Tag
Share
Berita Lainnya