Hari ke-10 Pencarian Speedboat Arupadatu I, SAR Sisir 8.509 Mil Laut, 8 Orang Masih Misterius
Hari ke-10 pencarian speedboat Arupadatu I, SAR kerahkan 523 personel dan 24 armada laut untuk mencari delapan orang hilang di Selat Sunda.-Foto: Antara-
JAKARTA, Semaraknews.co.id — Tim SAR gabungan belum juga menemukan titik terang dalam pencarian speedboat Arupadatu I yang membawa rombongan jurnalis dan kru, lalu hilang kontak di perairan Selat Sunda, Banten. Memasuki hari kesepuluh operasi, pencarian diperluas hingga mencakup 8.509 mil laut persegi.
Operasi pencarian pada Kamis, 17 September 2026, merupakan hari ketiga masa perpanjangan. Sebanyak 523 personel dikerahkan dan area pencarian dibagi menjadi 10 sektor. Kalau biasanya mencari barang hilang cukup mengandalkan ingatan terakhir menaruhnya, kali ini tim SAR harus berhadapan dengan laut yang luas dan kemungkinan kapal bergeser ke berbagai arah.
Kepala Subseksi Operasi dan Siaga Basarnas Banten, Rizky Dwianto, mengatakan pencarian tidak berfokus pada satu titik tertentu. Seluruh wilayah yang dianggap berpotensi menjadi lokasi pergeseran kapal disisir oleh tim gabungan.
“Jadi tidak ada titik khusus sebetulnya, tapi seluruh area yang ini adalah kemungkinan-kemungkinan kapal itu bisa bergeser ke arah situ,” ujar Rizky, Kamis, 17 September 2026.
Untuk mendukung operasi, sebanyak 24 armada laut dikerahkan. Rinciannya terdiri dari delapan unit milik TNI Angkatan Laut, delapan kapal Polair, tujuh alat utama Basarnas, serta satu unit dari KPLP.
Sepuluh sektor pencarian tersebut membentang dari perairan barat Sumatera hingga Pulau Enggano, Samudra Hindia, sebelah barat laut Pulau Panaitan, Teluk Semangka dan Pulau Tabuan, perairan Gunung Anak Krakatau hingga Pulau Sebesi, serta pesisir Anyer-Carita dan perairan Merak.
BACA JUGA:Presiden Prabowo Targetkan Dividen Danantara Rp200 Triliun, BUMN Klaim Keuntungan Hingga Akhir 2026
Laut bukan satu-satunya medan yang disisir. Basarnas Banten juga melakukan pencarian melalui jalur darat, khususnya sepanjang wilayah Carita hingga Pantai Anggur.
“Penyisiran darat tetap kita lakukan dari Carita sampai ke Pantai Anggur,” kata Rizky.
Sementara itu, pencarian melalui udara tetap disiapkan. Helikopter HR 3604 K milik Satuan Udara Pencarian dan Pertolongan masih disiagakan di ATS Bogor. Pesawat tersebut dapat dikerahkan sewaktu-waktu dengan mempertimbangkan jarak pandang dan perkembangan cuaca di lokasi.
Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika, kondisi cuaca di area pencarian diprakirakan berawan. Kecepatan angin berkisar 10 hingga 20 knot, sedangkan tinggi gelombang berada pada rentang 0,5 hingga 3,5 meter.
Di tengah operasi, Gunung Anak Krakatau juga masih menjadi perhatian. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi melaporkan gunung tersebut berada pada Level III atau Siaga. Tidak ada erupsi yang dilaporkan, meski pengamatan kegempaan masih menunjukkan aktivitas vulkanik dangkal.
Tim SAR turut memanfaatkan sistem siaran elektronik atau e-broadcast untuk memperluas penyebaran informasi. Koordinasi dilakukan bersama Vessel Traffic Services atau VTS agar kapal-kapal yang melintas di Selat Sunda ikut membantu mengawasi kemungkinan keberadaan speedboat.
“Ya untuk hasil e-broadcast sampai dengan hari 10 belum ada yang masuk. Tapi senantiasa kami selalu di setiap harinya berkoordinasi dengan VTS karena VTS yang menyebarkan informasi ke kapal-kapal yang melakukan penyeberangan di sekitaran perairan Selat Sunda,” tutur Rizky.
Temukan konten semaraknews.co.id menarik lainnya di Google News
- Tag
- Share
-