Isu Megathrust Selat Sunda Ramai di Perbincangkan, Pakar Minta Publik Tak Menelan Informasi Mentah

Isu Megathrust Selat Sunda Ramai di Perbincangkan, Pakar Minta Publik Tak Menelan Informasi Mentah

Isu Megathrust Selat Sunda Ramai, Pakar Minta Publik Tak Menelan Informasi Mentah-ChatGPT-

SEMARAKNEWS.CO.ID - Isu potensi gempa megathrust Selat Sunda kembali ramai dibicarakan. Pakar komunikasi risiko kebencanaan Universitas Pertamina, Farah Mulyasari, meminta masyarakat membaca informasi secara kritis dan kontekstual.

Berdasarkan rujukan BMKG dan BRIN, skenario gempa bermagnitudo 8,9 berpotensi memicu tsunami. Dalam skenario tersebut, gelombang diperkirakan mencapai pesisir utara Jakarta sekitar 2,5 jam.

Perkiraan ketinggian gelombang yang disebut adalah sekitar 0,5 meter. Namun, angka tersebut bukan ramalan waktu kejadian. Data itu juga tidak dapat dimaknai sebagai kepastian bahwa gempa akan segera terjadi.

BACA JUGA:BMKG Peringatkan Hari Ini Hujan Lebat dan Angin Kencang di Sejumlah Wilayah di Indonesia

Farah menilai penjelasan tanpa konteks bisa menimbulkan kecemasan. Sebaliknya, masyarakat yang merasa jauh dari sumber bahaya dapat mengabaikan kesiapsiagaan. Dua respons tersebut sama-sama berisiko.

Menurut Farah, komunikasi bencana harus menghubungkan skenario dengan kondisi wilayah. Warga perlu mengetahui risiko di sekitar rumah, tempat kerja, sekolah, dan lokasi yang sering didatangi.

Istilah teknis juga perlu diterjemahkan menjadi petunjuk praktis. Masyarakat perlu memahami jalur evakuasi. Keluarga juga sebaiknya menyepakati titik berkumpul dan cara berkomunikasi ketika jaringan terganggu.

BACA JUGA:Mahfud MD Sentil DPR, Dalang Judi Online Jangan Cuma Duduk Manis, Sikat Asetnya!

Informasi resmi harus dibedakan dari peringatan kejadian yang sedang berlangsung. Kajian potensi menunjukkan kemungkinan dampak. Kajian itu bukan pemberitahuan bahwa gempa akan terjadi pada waktu tertentu.

Media sosial menjadi salah satu sumber informasi yang perlu diperiksa. Foto atau video dramatis dapat berasal dari bencana lama. Materi tersebut bisa disebarkan ulang tanpa tanggal dan lokasi yang jelas.

Farah meminta warga memeriksa sumber, waktu, serta konteks sebelum membagikan informasi. Masyarakat dapat merujuk BMKG, BNPB, dan BPBD. Kanal resmi biasanya menyertakan keterangan wilayah dan waktu pembaruan

BACA JUGA:Bosan Dinding Putih? Empat Pilihan Warna Cat Interior Ini Bisa Bikin Lebih Hidup dan Makin Betah di Rumah

Kesiapsiagaan tidak berarti masyarakat harus panik. Mengetahui rute evakuasi dan menyiapkan komunikasi keluarga merupakan langkah rasional. Persiapan tersebut dapat dilakukan tanpa menunggu isu baru muncul.

Pemberitaan mengenai megathrust juga perlu menjelaskan tindakan yang bisa dilakukan. Informasi yang hanya menampilkan angka dapat memicu ketakutan. Penjelasan yang tepat membantu masyarakat mengambil keputusan secara lebih tenang.

BACA JUGA:Misbakhun Bantah Terseret Pita Cukai Rokok, Nama Disebut tapi Kewenangan Entah ke Mana

Latihan evakuasi juga dapat dilakukan bersama keluarga dan lingkungan. Persiapan tidak perlu menunggu adanya pengumuman gempa atau tsunami. Latihan evakuasi dapat dilakukan bersama keluarga dan lingkungan. Persiapan itu tidak perlu menunggu adanya pengumuman resmi.

Temukan konten semaraknews.co.id menarik lainnya di Google News

Tag
Share
Berita Lainnya