BKGN Soroti 70 Persen Gigi Anak Indonesia Berlubang, Microbiome Mulut Jadi Faktor Utama Kesehatan Gigi
Microbiome Mulut Jadi Sorotan BKGN 2026, 70 Persen Gigi Anak Indonesia Berlubangm Ini Penjelasannya--
SEMARAKNEWS.CO.ID - Empat dari 10 anak Indonesia yang bersekolah mengalami gigi berlubang. Angka itu disampaikan Wakil Menteri Kesehatan Republik Indonesia Prof. dr. Dante Saksono Harbuwono, Sp.PD-KEMD., Ph.D. saat peresmian Bulan Kesehatan Gigi Nasional (BKGN ) 2026.
BKGN 2026 dibuka pada 17 September 2026 lewat edukasi dan pemeriksaan gigi bagi siswa SDN Menteng 01 Jakarta. Program Unilever Indonesia melalui Pepsodent tersebut memasuki pelaksanaan ke-17.
BACA JUGA:Dokter Beri Isyarat Pengidap Diabetes Masih Boleh Makan Nasi Putih, Asalkan dengan Porsi Terukur
Tahun ini, BKGN menyoroti pentingnya menjaga keseimbangan microbiome mulut sebagai bagian dari upaya mempertahankan kesehatan gigi dan mulut secara menyeluruh. Rangkaian kegiatan akan berlanjut sepanjang Oktober hingga Desember 2026 di sejumlah Fakultas Kedokteran Gigi serta Rumah Sakit Gigi dan Mulut Pendidikan di berbagai wilayah Indonesia.
Prof. Dante mengatakan pemeriksaan gigi telah menjadi bagian dari program Cek Kesehatan Gratis. Menurut dia, pemeriksaan rutin penting, terutama bagi anak sekolah, karena hasil pemeriksaan masih menunjukkan persoalan gigi.
Gigi berlubang dapat mengganggu aktivitas harian anak. Pemeriksaan juga tidak semestinya menunggu rasa sakit. "Jadi waktu untuk memeriksakan gigi yang baik adalah bukan ketika kita menderita sakit gigi, tetapi sebaiknya dilakukan secara rutin setiap enam bulan," ujar Prof. Dante.
BACA JUGA:Jangan Tunggu Bulu Sikat Gigi 'Gondrong', Kenali Tanda- tanda Sudah Menjadi Sarang Bakteri Berbahaya
Ia mendorong sekolah ikut mendeteksi masalah gigi sejak dini melalui Unit Kesehatan Sekolah (UKS). Anak-anak yang bertugas di UKS dapat dilibatkan untuk mengenali tanda-tanda masalah gigi pada teman-temannya.
Prof. Dante menyebut kesehatan gigi dan mulut berkaitan dengan kondisi tubuh secara keseluruhan. Ia mencontohkan penyakit pada katup jantung yang dapat disebabkan kuman Streptococcus beta-hemolyticus grup A yang terdapat pada gigi berlubang.
BACA JUGA:Viral! Penggunaan Masker Dibasahi Disebut Lebih Efektif Tangkal Abu, Ini Penjelasan Dokter Paru
Personal Care Community Lead Unilever Indonesia drg. Ratu Mirah Afifah, GCClinDent., MDSc. mengatakan semangat BKGN sejalan dengan tema Hari Kesehatan Gigi Nasional (HKGN) 2026, "Gigi Kuat, Senyum Sehat, Indonesia Hebat", serta subtema "Periksa, Tindaklanjuti, Jaga Kesehatan Gigi dan Mulut".
Menurut Ratu Mirah, BKGN menyediakan akses edukasi, pemeriksaan, dan perawatan gigi gratis secara berkelanjutan. Program yang berjalan sejak 2010 itu melibatkan Persatuan Dokter Gigi Indonesia, Asosiasi Fakultas Kedokteran Gigi Indonesia, dan Asosiasi Rumah Sakit Gigi dan Mulut Pendidikan Indonesia.
"Di BKGN 2026, kami ingin mengangkat paradigma baru mengenai pentingnya perlindungan ekstra dalam merawat kesehatan gigi dan mulut, yaitu dengan menjaga keseimbangan microbiome mulut sebagai awal dari kesehatan gigi dan mulut secara menyeluruh," ujar Ratu Mirah.
BACA JUGA:Ultah Ariel NOAH ke-45 Disorot, Pelukan Wulan Guritno dan Sepatu Couple Bikin Penasaran Netizen
BKGN mendorong pemeriksaan berkala, tindak lanjut hasil pemeriksaan, dan kebiasaan menjaga keseimbangan microbiome sejak anak-anak. Program tersebut menjadi cikal bakal HKGN, yang diperingati setiap 12 September, dan rangkaiannya berlangsung hingga Desember 2026.
Temukan konten semaraknews.co.id menarik lainnya di Google News
- Tag
- Share
-