Viral! Penggunaan Masker Dibasahi Disebut Lebih Efektif Tangkal Abu, Ini Penjelasan Dokter Paru

Viral! Penggunaan Masker Dibasahi Disebut Lebih Efektif Tangkal Abu, Ini Penjelasan Dokter Paru

Viral! Penggunaan Masker Dibasahi Disebut Lebih Efektif Tangkal Abu, Ini Penjelasan Dokter Paru -Gemini AI-

SEMERAKNEWS.CO.ID - Anggapan bahwa masker yang dibasahi air lebih efektif menangkal abu vulkanik beredar di media sosial seiring meluasnya abu erupsi Gunung Anak Krakatau. Dokter paru menyatakan belum ada bukti ilmiah yang dapat memastikan klaim tersebut.

Klaim itu muncul dalam unggahan di Threads yang menyarankan masyarakat membasahi masker agar debu lebih mudah terperangkap. Unggahan tersebut juga menganjurkan penggunaan masker dengan proteksi lebih baik serta kacamata pelindung.

Prof dr Tjandra Yoga Aditama SpP(K), Ketua Majelis Kehormatan Perhimpunan Dokter Paru Indonesia, mengatakan belum ada penelitian yang membandingkan efektivitas masker yang dibasahi dan masker kering terhadap paparan abu vulkanik.

BACA JUGA:Asap Karhutla Meluas, BNPB dan Kemenkes Distribusikan Lebih dari 200 Ribu Masker untuk Cegah ISPA

Karena itu, masker dibasahi untuk abu vulkanik tidak dapat disebut lebih efektif berdasarkan bukti yang tersedia. Masyarakat sebaiknya tidak mengubah perlengkapan pelindung hanya berdasarkan informasi yang beredar tanpa rujukan medis.

Tjandra juga mengingatkan bahwa masker apa pun tidak memberikan perlindungan 100 persen, terutama ketika kadar abu vulkanik di udara sedang tinggi. Masker merupakan salah satu lapisan perlindungan, bukan jaminan bahwa seseorang sepenuhnya terbebas dari paparan.

Menurutnya, pemerintah perlu menyampaikan informasi mengenai kadar abu secara berkala. Data pagi dan sore dapat membantu masyarakat menilai kondisi udara dan menentukan apakah aktivitas di luar rumah perlu dikurangi.

BACA JUGA:Delapan Bandara Kembali Ditutup Usai Anak Krakatau Menghembuskan Abu Vulkanik Kesekian Kalinya

Untuk perlindungan yang lebih baik, masker N95 untuk abu vulkanik disebut memiliki proteksi lebih tinggi dibanding masker biasa. Meski demikian, efektivitas tetap dipengaruhi kecocokan ukuran, cara pemakaian, dan kondisi udara di lingkungan.

Masyarakat juga perlu memastikan masker menutup hidung dan mulut dengan baik. Masker yang longgar atau sering disentuh dapat mengurangi manfaat perlindungan. Jika kondisi abu sangat pekat, mengurangi aktivitas luar ruang tetap menjadi langkah penting.

Paparan abu dapat berbeda antara satu wilayah dan wilayah lain. Karena itu, informasi lokal mengenai kualitas udara dan arahan otoritas lebih penting daripada mengikuti satu klaim yang beredar luas di media sosial.

BACA JUGA:WhatsApp Hentikan Dukungan Android Lama, Cek HP yang Beresiko tidak Dapat Menggunakan Aplikasi Ini

 

Kesimpulannya, belum ada dasar ilmiah untuk menyatakan bahwa membasahi masker membuat perlindungan terhadap abu vulkanik menjadi lebih efektif. Gunakan masker yang sesuai, pertimbangkan N95, dan ikuti informasi resmi mengenai kondisi udara.

Temukan konten semaraknews.co.id menarik lainnya di Google News

Tag
Share
Berita Lainnya