Ekonomi Kreatif Punya 27,4 Juta Pekerja, Investasi Rp183 Triliun, Ekspornya Tembus Rp571 Triliun

Ekonomi Kreatif Punya 27,4 Juta Pekerja, Investasi Rp183 Triliun, Ekspornya Tembus Rp571 Triliun

Ekonomi kreatif menyerap 27,4 juta tenaga kerja, mencatat investasi Rp183,01 triliun, dan ekspor USD31,94 miliar atau Rp571,7 triliun.-Foto: Antara-

JAKARTA, Semaraknews.co.id — Sektor ekonomi kreatif Indonesia ternyata bukan lagi sekadar tempat orang mencari cuan dari bikin konten, desain, game, atau jualan makanan. Menteri ekonomi kreatif Teuku Riefky Harsya menyebut jumlah tenaga kerja di sektor ini sudah mencapai 27,40 juta orang.

Angka tersebut bahkan sudah melewati target yang dipasang pemerintah dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional atau RPJMN 2025 sebesar 25,55 juta tenaga kerja. Artinya, target sudah terlewati ketika ekonomi kreatif masih terus didorong untuk menjadi salah satu mesin pertumbuhan ekonomi.

Yang menarik, mayoritas tenaga kerja tersebut berasal dari generasi yang relatif akrab dengan internet dan teknologi digital. Riefky menyebut 63 persen tenaga kerja ekonomi kreatif berasal dari generasi Z yang lahir pada 1997-2012 dan generasi milenial yang lahir pada 1981-1996.

“Sudah mencapai 63 persen dan 58 persennya adalah perempuan,” ujar Riefky saat memberikan pidato dalam pembukaan Circuit Global Championship Indonesia 2026 di Kementerian Ketenagakerjaan, Jakarta, Sabtu, 26 September 2026.

Circuit Global Championship Indonesia 2026 sendiri merupakan ajang pameran dan kompetisi internasional yang mempertemukan para teknisi ponsel dan pegiat industri gadget. Acara tersebut berlangsung di Kementerian Ketenagakerjaan pada 26-27 September 2026.

BACA JUGA:Guruh Soekarnoputra Tutup Usia, Adik Megawati Pergi di Usia 73 Tahun

Bagi Riefky, teknologi bukan sekadar alat bantu dalam ekonomi kreatif. Keandalan teknologi justru menjadi salah satu fondasi agar produk kreatif bisa sampai ke tangan pengguna.

Saat ini terdapat 17 subsektor yang berada di bawah naungan Kementerian Ekonomi Kreatif. Bidangnya mulai dari film, animasi, penerbitan, fotografi, konten kreator, game, aplikasi, hingga kuliner.

Masalahnya sederhana. Kreativitas digital secanggih apa pun bakal percuma kalau perangkat yang digunakan bermasalah. Game bisa dibuat sekeren mungkin, konten bisa dikemas semenarik mungkin, tetapi kalau ponsel atau perangkat pendukungnya ngadat, kreativitas tersebut cuma akan berhenti di layar yang mati.

Karena itu, Riefky menilai para teknisi yang mengikuti Circuit Global Championship Indonesia punya posisi penting dalam ekosistem ekonomi kreatif.

“CGC bukan hanya menjadi ruang untuk berkompetisi, tapi ruang belajar, berbagi pengetahuan, membangun networking, dan memperkenalkan talenta dengan industri,” ujarnya.

Bukan cuma urusan tenaga kerja yang mencatat angka besar. Nilai investasi di sektor ekonomi kreatif juga disebut sudah mencapai Rp183,01 triliun.

Angka tersebut kembali melewati target RPJMN 2025 yang berada di kisaran Rp123,85 triliun hingga Rp136,28 triliun. Nilai investasi ekonomi kreatif itu setara dengan 9,48 persen dari total realisasi investasi nasional.

Untuk 2026, pemerintah memasang target investasi ekonomi kreatif sebesar Rp131 triliun hingga Rp146,4 triliun. Dengan angka realisasi yang sudah disebutkan pemerintah, tantangannya sekarang bukan sekadar mengejar target, tetapi memastikan derasnya investasi benar-benar menghasilkan pekerjaan dan nilai tambah bagi pelaku ekonomi kreatif.

Temukan konten semaraknews.co.id menarik lainnya di Google News

Tag
Share
Berita Lainnya