MBG Lagi-Lagi Bikin 105 Siswa dan 8 Guru Keracunan, Kepala Dapur Rembang Langsung Dicopot!
Sebanyak 566 orang diduga keracunan MBG di Sidoarjo. Sebanyak 88 korban masih dirawat setelah mengalami mual, muntah, diare, dan pusing.-Foto: Antara-
JAKARTA, Semaraknews.co.id — Badan Gizi Nasional atau BGN akhirnya mengambil tindakan setelah program Makan Bergizi Gratis kembali tersandung kasus dugaan keracunan. Kepala dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi Magersari 2, Rembang, Jawa Tengah, dicopot setelah sedikitnya 105 siswa dan 8 guru mengalami diare serta mual.
Deputi Bidang Pemantauan dan Pengawasan BGN Ketut Sumedana mengatakan pencopotan kepala dapur menjadi langkah awal lembaganya dalam merespons dugaan keracunan tersebut. Kepala dapur yang lama langsung diganti dengan orang baru.
“Kepala dapur sudah kami copot dan diganti dengan yang baru,” kata Ketut saat dihubungi pada Ahad, 27 September 2026.
Tak cuma orangnya yang diganti. Operasional SPPG Magersari 2 juga dihentikan sementara. BGN menjatuhkan sanksi penghentian operasional selama 30 hari sembari proses pemeriksaan berjalan.
“Kami sudah suspen berat selama 30 hari,” ucapnya.
Kasus ini bermula setelah para penerima MBG menyantap menu nasi, bakwan jagung, dan pentol bumbu Bali pada 24 September 2026. Setelah makan, ratusan penerima manfaat mulai mengalami gangguan kesehatan berupa diare dan mual.
BACA JUGA:Limbah Sawit Disulap Jadi Bioavtur, Mahasiswa Prasetiya Mulya Buktikan Sampah Bisa Terbang!
Namun, sampai sekarang BGN belum berani menunjuk satu menu sebagai biang kerok. Pemeriksaan terhadap makanan masih dilakukan bersama dinas kesehatan setempat dan hasil laboratorium belum keluar.
“Hasil laboratorium belum keluar,” ujar Ketut.
BGN kini mengklaim fokus pada pemulihan para korban. Ketut mengatakan lembaganya akan terus memantau kondisi kesehatan siswa dan guru yang terdampak sampai mereka dinyatakan pulih.
“Kami tetap mengawal pemulihan dan kesehatan, sampai dinyatakan sehat dan pulang ke rumah,” ucapnya.
Masalahnya, kasus dugaan keracunan yang berkaitan dengan MBG bukan cuma terjadi di Rembang. Pada periode yang sama, kejadian serupa juga dilaporkan terjadi di Batang, Jawa Tengah.
Hingga Kamis, 24 September 2026 pukul 03.00 WIB, sebanyak 219 orang tercatat mengalami gangguan kesehatan dalam kasus di Batang Bawang. Lagi-lagi, dapur MBG menjadi sorotan dan kembali dikenai tindakan penghentian operasional.
Menurut Ketut, keputusan tersebut diambil setelah pemeriksaan awal menemukan dugaan ketidakpatuhan terhadap standar operasional prosedur atau SOP di SPPG Batang Bawang. Salah satu persoalan yang ditemukan berkaitan dengan waktu pengolahan telur.
Temukan konten semaraknews.co.id menarik lainnya di Google News
- Tag
- Share
-