BBM Subsidi Tak Naik Sampai Akhir Tahun, Pemerintah Tahan Harga di Tengah Gejolak Minyak Dunia
Pemerintah memastikan harga BBM subsidi seperti Pertalite dan Biosolar tidak naik hingga akhir 2026 demi menjaga inflasi dan daya beli masyarakat.--Instagram
JAKARTA, Semaraknews.co.id — Kabar baik bagi pengendara yang masih mengandalkan BBM subsidi. Pemerintah memastikan harga BBM bersubsidi seperti Pertalite dan Biosolar tidak akan naik hingga akhir 2026. Alasannya sederhana, pemerintah ingin menjaga inflasi agar tidak ikut lari-larian dengan harga minyak dunia.
Kepastian itu disampaikan Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM Laode Sulaeman dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah Tahun 2026 yang dipantau dari kanal resmi Kementerian Dalam Negeri, Jakarta, Senin, 5 Oktober 2026.
“Yang paling utama dari pengendalian inflasi dari BBM ini adalah menjaga agar BBM subsidi, solar, dan bensin itu di harga tetap, tidak ada kenaikan,” ujar Laode, seperti dikutip Antara.
Menurut Laode, keputusan mempertahankan harga BBM subsidi bukan semata perkara menenangkan pengendara di SPBU. Ada kelompok masyarakat yang jauh lebih sensitif terhadap perubahan harga BBM, terutama nelayan dan petani yang menjadikan bahan bakar sebagai salah satu komponen penting dalam kegiatan produksi mereka.
“Karena ini (BBM bersubsidi) adalah komponen terbesar yang juga dipakai oleh nelayan dan petani,” kata Laode.
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia juga memastikan pemerintah memilih menahan harga BBM bersubsidi. Kebijakan tersebut diambil untuk menjaga daya beli masyarakat, khususnya kelompok menengah ke bawah.
BACA JUGA:Hasyim Ngaku Ada Masukan Kemendikdasmen, Kini Dibantah di Sidang MK
Keputusan itu datang ketika harga minyak dunia masih bergerak dalam situasi yang tidak bisa dibilang adem ayem. Pemerintah terus memantau dinamika harga minyak global atas arahan Presiden Prabowo Subianto.
Ada konsekuensi yang harus ditanggung negara ketika harga BBM subsidi dipertahankan di tengah gejolak harga minyak. Namun, Bahlil mengatakan perlindungan daya beli masyarakat tetap menjadi pertimbangan utama pemerintah dalam menentukan kebijakan harga energi.
Sikap pemerintah tersebut sejalan dengan pernyataan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. Ia memastikan harga BBM bersubsidi tetap dipertahankan sampai akhir 2026.
Airlangga menyampaikan hal tersebut ketika ketidakpastian ekonomi global masih membayangi akibat perang di Selat Hormuz serta konflik Rusia-Ukraina yang belum juga menemukan garis akhir.
Menurut Airlangga, Indonesia masih memiliki ruang untuk meredam tekanan dari situasi global tersebut melalui bantalan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. Dengan kata lain, ketika harga minyak dunia bikin pusing, APBN lagi-lagi diminta ikut turun tangan agar harga BBM di dalam negeri tidak ikut bikin masyarakat pening.
Temukan konten semaraknews.co.id menarik lainnya di Google News
- Tag
- Share
-