Bahlil Bentuk Pasukan Udara Golkar, Serangan Medsos Bikin Partai Kocar-kacir

Bahlil Bentuk Pasukan Udara Golkar, Serangan Medsos Bikin Partai Kocar-kacir

Bahlil menargetkan Golkar menambah kursi DPRD Jawa Tengah pada Pemilu 2029, dari 17 kursi hasil Pemilu 2024 menjadi minimal 20 kursi.-Foto: Antara-

JAKARTA, Semaraknews.co.id — Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia mulai memikirkan pertarungan politik yang tidak lagi cuma berlangsung di ruang rapat, gedung parlemen, atau panggung kampanye. Medan tempurnya kini juga ada di media sosial. Karena itu, Bahlil meminta Ketua Bidang Media dan Penggalangan Opini Partai Golkar Meutya Hafid segera membentuk apa yang ia sebut sebagai ‘pasukan udara’ di seluruh daerah.

Permintaan tersebut disampaikan Bahlil di Kantor DPP Partai Golkar, Jakarta, Selasa, 18 Agustus 2026. Ia meminta jaringan Media dan Penggalangan Opini atau MPO tidak berhenti di tingkat pusat, tetapi segera dibentuk dan diperkuat hingga struktur provinsi serta kabupaten dan kota.

“Untuk Ibu Meutya, karena musda-musda sudah selesai, saya meminta untuk MPO harus segera dibentuk di semua struktur di bawah. Provinsi, kabupaten/kota. Jadi angkatan apa, angkatan baru itu apa ya namanya? Pasukan udara. Pasukan udara ini kalau tidak, waduh, bahaya kita,” kata Bahlil.

Istilah ‘pasukan udara’ yang dimaksud Bahlil merujuk pada kekuatan partai di ruang digital. Menurut dia, keberadaan jaringan tersebut penting untuk menghadapi berbagai serangan terhadap dirinya maupun Partai Golkar di media sosial.

Kalau politik zaman dulu punya baliho, spanduk, pengeras suara, dan panggung kampanye, politik hari ini punya kolom komentar, unggahan viral, dan pasukan digital. Bedanya, kalau spanduk bisa dicopot petugas, unggahan yang sudah telanjur viral biasanya punya umur yang lebih panjang.

Bahlil bahkan mengaku sudah pernah merasakan sendiri bagaimana kerasnya serangan warganet. Ia mengungkit pengalamannya ketika menghadapi kritik di media sosial pada Januari 2025.

BACA JUGA:BEM UI Geruduk Bundaran HI, Tuding Kemerdekaan Cuma Jadi Slogan 81 Tahun

“Saya sudah pernah merasakan betul pernah menjadi bubur ayam di 2025 Januari. Iya, benar pun kalau tidak mampu kita tata dengan baik, akan susah pesan itu tersampaikan. Apalagi kalau ada kelirunya,” ujar Bahlil.

Karena pengalaman tersebut, Bahlil meminta jaringan MPO di daerah segera direvitalisasi. Struktur yang belum memiliki MPO diminta segera membentuknya, sementara yang sudah ada harus diperkuat. Ia juga meminta posisi yang selama ini diisi kader tidak aktif segera digantikan kader yang lebih aktif.

“Jadi saya minta untuk struktur kita di bawah harus segera direhabilitasi, yang belum ada segera diadakan, yang sudah ada diperkuat, yang tidak aktif segera cari yang aktif,” ujar Bahlil.

Bahlil tampaknya tidak ingin Partai Golkar kembali gagap ketika berhadapan dengan perang narasi di media sosial. Sebab dalam politik digital, kemampuan menyampaikan pesan bisa sama pentingnya dengan kemampuan memenangkan perdebatan politik di lapangan.

Selain memperkuat ‘pasukan udara’, Bahlil juga menyiapkan konsolidasi kader untuk menghadapi Pemilu 2029. Ia berencana mengumpulkan anggota Fraksi Partai Golkar DPR RI bersama seluruh kader di daerah secara hybrid untuk menyampaikan sejumlah arahan politik.

BACA JUGA:Luna Maya dan Marianne Rumantir Uji Stamina Saat Liburan, Apa Itu HYROX Bangkok 2026?

Menurut Bahlil, persiapan menuju Pemilu 2029 tidak masuk akal jika baru digeber enam bulan sebelum hari pencoblosan. Ia ingin mesin politik Golkar mulai dipanaskan sejak sekarang, lalu kembali digenjot ketika memasuki masa yang lebih dekat dengan pemilu.

Temukan konten semaraknews.co.id menarik lainnya di Google News

Tag
Share
Berita Lainnya