Prabowo Gonta-ganti Bos Komunikasi Pemerintah, Syahganda Nainggolan Kini Kebagian Kursi
Prabowo melantik Syahganda Nainggolan sebagai Kepala Bakom menggantikan Muhammad Qodari. Fadli Tri Hartono ditunjuk sebagai wakil kepala.-Foto: Antara-
JAKARTA, Semaraknews.co.id — Kursi pimpinan komunikasi pemerintah kembali berganti penghuni. Presiden Prabowo Subianto melantik Syahganda Nainggolan sebagai Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI, menggantikan Muhammad Qodari yang dipindahkan ke Dewan Pertimbangan Presiden. Prabowo juga menunjuk Fadli Tri Hartono sebagai Wakil Kepala Bakom.
Pelantikan tersebut berlangsung di Istana Negara, Jakarta, pada Jumat, 2 Oktober 2026. Pengangkatan keduanya didasarkan pada Keputusan Presiden Nomor 106/P Tahun 2026 tentang Pengangkatan Kepala dan Wakil Kepala Badan Komunikasi Pemerintah.
Dalam prosesi pelantikan, Prabowo memandu langsung pengucapan sumpah jabatan. Para pejabat yang dilantik kemudian menandatangani berita acara sebelum menerima ucapan selamat dari Presiden dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
“Bahwa saya akan setia kepada Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 serta akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya, demi darmabakti saya kepada bangsa dan negara,” ujar Prabowo saat mendiktekan penggalan sumpah jabatan di Istana Negara, Jumat sore.
Pergantian Syahganda menambah daftar panjang perombakan pimpinan lembaga yang bertugas mengomunikasikan kebijakan pemerintah tersebut. Sejak dibentuk pada September 2025 sebagai pengganti Kantor Komunikasi Kepresidenan, Bakom sudah beberapa kali berganti kepala.
Angga Raka Prabowo menjadi pejabat pertama yang memimpin lembaga itu setelah pembentukannya. Ia dilantik pada 17 September 2025 dan bertahan sekitar tujuh bulan sebelum digantikan Muhammad Qodari pada 27 April 2026. Kini, belum genap setahun sejak lembaga tersebut berdiri, kursi kepala kembali berpindah tangan.
BACA JUGA:Kampung Ambon dan Boncos Jadi Sasaran Bareskrim Polri, 24 Orang Diamankan dalam Operasi Narkoba
Pergantian berulang itu membuat Bakom menghadapi tantangan menjaga kesinambungan komunikasi pemerintah. Setiap pergantian pimpinan berpotensi membawa pendekatan dan prioritas baru dalam menyampaikan kebijakan pemerintah kepada masyarakat.
Nama Syahganda sendiri bukan sosok baru dalam dunia aktivisme dan politik. Pria kelahiran Medan, 27 November 1965, itu pernah menempuh pendidikan di Institut Teknologi Bandung (ITB), tetapi tidak menyelesaikan studinya setelah terlibat dalam aktivitas politik yang menentang Orde Baru.
Laporan Majalah Tempo pada September 1989 mencatat Syahganda sebagai mahasiswa jurusan Geodesi yang aktif dalam kelompok diskusi MSC (Mahasiswa Student Center) ITB. Aktivitas tersebut menjadi bagian dari perjalanan awalnya dalam lingkungan gerakan mahasiswa.
Memasuki era Reformasi, Syahganda menjadi salah satu penggerak Partai Daulat Rakyat (PDR). Ia kemudian mengikuti pemilihan legislatif sebagai calon anggota DPR dari Partai Merdeka di daerah pemilihan Tangerang.
Perjalanan politiknya berlanjut ke Partai Golkar. Pada Pemilu 2009, Syahganda tercatat menjadi calon anggota legislatif dari partai tersebut untuk daerah pemilihan Jawa Barat V.
Kini, Syahganda mendapat mandat memimpin lembaga komunikasi pemerintah di tengah dinamika politik dan kebutuhan penyampaian informasi publik yang terus berubah. Tantangannya bukan sekadar menyampaikan pesan dari pusat kekuasaan, melainkan memastikan komunikasi pemerintah berjalan konsisten, jelas, dan dapat dipertanggungjawabkan kepada masyarakat.
Temukan konten semaraknews.co.id menarik lainnya di Google News
- Tag
- Share
-