Nilai Prabowo-Gibran Ambruk di Survei Celios, Para Ahli Kasih Rapor Merah
Survei Celios dan Kabinet Bayangan memberi nilai rendah bagi Prabowo-Gibran. Sebanyak 71 persen ahli menilai kepemimpinan presiden tidak memadai.-Foto: Antara-
Isnawati mengatakan instrumen kuesioner telah melalui sejumlah pengujian statistik, termasuk Cronbach’s alpha, Kaiser-Meyer-Olkin (KMO), dan Bartlett’s test, untuk menguji reliabilitas serta validitas instrumen penelitian.
“Kami juga melakukan uji beberapa uji yang sama dan melihat hasilnya konsisten bahwa survei yang digunakan adalah reliable dan juga valid untuk bisa menjawab pertanyaan atau tujuan dari riset ini,” ucap Isnawati.
BACA JUGA:Prabowo Kumpulkan 26 Penasihat, dari Quraish Shihab sampai Rocky Gerung Masuk Wantimpres
Meski demikian, metode pengambilan sampel perlu menjadi perhatian dalam membaca hasil survei. Penggunaan non-probability sampling berarti responden tidak dipilih melalui mekanisme acak yang memberikan peluang terukur kepada setiap anggota populasi untuk terpilih. Pembobotan dapat membantu menyesuaikan karakteristik demografis tertentu, tetapi tidak otomatis menghilangkan seluruh potensi bias seleksi. Karena itu, hasil survei ini lebih tepat dibaca sebagai gambaran penilaian responden yang terlibat, bukan sebagai ukuran pasti pandangan seluruh penduduk Indonesia.
Selain mengevaluasi presiden dan wakil presiden, Celios juga menyusun pemeringkatan kinerja para menteri. Dalam proses tersebut, peneliti mengadaptasi metode Borda count melalui sistem positional scoring rule, pendekatan pemeringkatan yang memberikan nilai berdasarkan posisi kandidat dalam pilihan responden.
Metode tersebut digunakan untuk memberi bobot terhadap konsistensi seorang menteri dalam menempati posisi teratas dalam penilaian. Dengan demikian, evaluasi yang disusun Kabinet Bayangan dan Celios tidak hanya mencakup pucuk kepemimpinan nasional, tetapi juga kinerja jajaran kabinet dalam menjalankan pemerintahan.
Hasil survei ini menjadi salah satu potret penilaian terhadap pemerintahan Prabowo-Gibran pada tahun kedua. Namun, untuk memahami apakah rendahnya skor tersebut mencerminkan tren penurunan kepercayaan publik secara lebih luas, temuan ini perlu dibaca bersama survei lain yang menggunakan metode pengambilan sampel probabilitas dan indikator evaluasi yang sebanding.
Temukan konten semaraknews.co.id menarik lainnya di Google News
- Tag
- Share
-