Serangan Rudal Houthi di Riyadh Picu Pengalihan Penerbangan dan Kepanikan, Begini Kronologi Seranganya
Serangan Rudal Houthi di Riyadh Picu Pengalihan Penerbangan dan Kepanikan, Begini Kronologi Seranganya-https://www.aljazeera.com/-https://www.aljazeera.com/
SEMARAKNEWS.CO.ID - Serangan kelompok Houthi di Bandara Internasional King Khalid, Riyadh, Arab Saudi, menewaskan 12 orang dan melukai 309 lainnya. Insiden pada Sabtu, 10 Oktober 2026, itu turut menimpa sejumlah jemaah umrah. Otoritas penerbangan Arab Saudi menyebut beberapa korban luka berada dalam kondisi serius.
Data korban tewas mencakup empat warga Arab Saudi, dua warga Bangladesh, serta masing-masing satu warga Amerika Serikat, Yordania, Palestina, Suriah, Sudan, dan Mesir. Komposisi tersebut menunjukkan bahwa serangan Houthi berdampak pada penumpang dari berbagai kewarganegaraan yang berada di bandara.
BACA JUGA:Survei Celios Bikin Istana Merinding, 75 Persen Warga Stres Hadapi Kebijakan Prabowo
Operasional Bandara Internasional King Khalid kemudian dihentikan sementara. Sejumlah penerbangan dialihkan setelah fasilitas penerbangan itu menjadi sasaran serangan. Keputusan tersebut diambil ketika otoritas masih menangani korban dan menilai kondisi keamanan di sekitar terminal.
Koalisi yang dipimpin Arab Saudi di Yaman menyatakan sebuah proyektil tak dikenal menghantam Terminal 4 pada Minggu sore, 11 Oktober 2026, hingga memicu kebakaran. Insiden itu terjadi sehari setelah serangan mematikan yang menewaskan 12 orang dan menyebabkan lebih dari 300 orang terluka.
Koalisi Arab Saudi menuding Houthi, kelompok yang berbasis di Yaman, berada di balik serangkaian serangan tersebut. Mereka mengecam tindakan itu sebagai pelanggaran hukum humaniter internasional dan menyatakan akan mengambil langkah tegas. Namun, rincian tindakan yang dimaksud belum dijelaskan lebih lanjut dalam laporan sumber.
Mengutip laporan AFP, Houthi mengaku melancarkan beberapa serangan dalam kurun 24 jam, termasuk yang menyasar Bandara King Khalid. Kelompok itu juga mengancam akan terus menargetkan pusat transportasi di wilayah kerajaan, dengan alasan lokasi tersebut masuk dalam medan operasi militer mereka.
BACA JUGA:Asap Karhutla Sudah Ekspor ke Malaysia, 7.555 Titik Panas Masih Mengancam Indonesia
Serangan Houthi menambah tekanan terhadap situasi keamanan di kawasan Timur Tengah. Bagi otoritas penerbangan, insiden ini bukan hanya soal kerusakan fasilitas, tetapi juga menyangkut keselamatan penumpang dan kelancaran mobilitas internasional. Perkembangan penyelidikan masih menjadi perhatian setelah korban dan gangguan penerbangan dilaporkan.
Gangguan di bandara juga berpotensi memengaruhi jadwal perjalanan dan pelayanan kepada penumpang. Otoritas perlu memastikan area terminal aman sebelum operasional dipulihkan sepenuhnya. Di sisi lain, pernyataan saling tuding antara koalisi Arab Saudi dan Houthi menunjukkan bahwa informasi mengenai pelaku serta tujuan serangan masih menjadi bagian dari konflik yang lebih luas.
Temukan konten semaraknews.co.id menarik lainnya di Google News
- Tag
- Share
-